NIJI
Jurnal Kajian Sastra, Budaya, Pendidikan dan Bahasa Jepang
Vol. 1, No. 1, Januari 2019, p-ISSN 2355-889X
https://doi.org/10.18510/jt.2021.xxx
http://jurnal.stibainvada.ac.id/
15
PEMBELAJARAN HURUF KANJI MENGGUNAKAN MODEL
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT
Citra Dewi
Institut Pendidikan dan Bahasa (IPB) Invada Cirebon
Irna Anjani
Institut Pendidikan dan Bahasa (IPB) Invada Cirebon
Abstrak
Model pembelajaran kooperatif mempunyai banyak sekali variasi. Salah satu di
antaranya adalah model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games
Tournaments). Menurut Saco (2006), dalam TGT siswa memainkan permainan dengan
seluruh anggota kelompoknya untuk memperoleh skor bagi kelompoknya. Sehingga
keberhasilan tiap individu dapat dilihat dari keberhasilan kelompok. Dengan dasar tersebut
penulis melakukan penelitian penggunaan model pembelajaran tipe TGT terhadapat
mahasiswa dalam pembelajaran huruf kanji. Dari hasil kegiatan didapatkan nilai rata- rata
tiap kelompok adalah 85. Hasil ini memiliki tingkat selisih 10 dari pembelajaran dengan
model pembelajaran yang biasa dilakukan oleh penulis yakni menuliskan huruf kanji di
papan tulis dan melatih penulisan dengan buku genkoyoshi.
Kata kunci: huruf kanji, model pembelajaran kooperatif tipe TGT
Citra Dewi dan Irna Anjani
Pembelajaran Huruf Kanji Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
16
PENDAHULUAN
Tidak dapat dipungkiri bahwa mempelajari huruf kanji merupakan salah satu kesulitan
yang dialami oleh pembelajar bahasa Jepang di Indonesia. Menurut Toshiko Ishida dalam
Ahmad Dahidi dkk (1997:7) dikatakan bahwa dalam Daikanwa Jiten 2) yang merupakan
kamus yang terlengkap yang disusun di Jepang Terdapat kira-kira 50.000 huruf kanji”.
Melalui kebijakan yang ditetapkan oleh Monbusho, ditetapkan bahwa kanji yang termasuk
dalam Jooyo Kanji 3) berjumlah 1945 huruf. Walaupun demikian tidak semua kanji
tersebut harus dihafal oleh pembelajar bahasa Jepang. Melainkan disesuaikan dengan
alokasi waktu dan kebutuhan pembelajar itu sendiri. Namun tetap saja menghafal huruf
kanji bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi bangsa Indonesia bukanlah kanjikei
4) sehingga pembelajaran kanji harus diusahakan lebih keras dibandingkan dengan
pembelajar dari Taiwan, Cina, Korea dan bangsa keturunan kanji lainnya.
Namun seiring dengan berkembangnya pembelajaran bahasa Jepang di Indonesia
banyak ditemukan metode-metode baru guna mempermudah pembelajaranya. Dalam dunia
pendidikan terutama dikenal metode pembelajaran kooperatif, dimana siswa diajak
untuk berfikir dan mengungkapkan ide dalam model diskusi atau games yang dilakukan
secara berkelompok. Seiring dengan pernyataan Bruce Cambell (2004:43) yang
menyatakan bahwa pembelajaran seharusnya menggunakan kedua potensi siswa, baik
intelektual maupun fisik. Pendekatan dan metode pembelajaran sebaiknya mengajak
pembelajar aktif dan terlibat dalam penyelesaian masalah belajar bukan hanya menerima
informasi saja. Maka penulis mengujicobakan metode TGT dalam pembelajaran kanji agar
pembelajar mampu berkompetisi dalam belajar dan mengupayakan hasil terbaik dalam
pencapaian belajarnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa semester 1 dalam
menguasai huruf kanji dengan menggunakan Team Games Tournament (TGT) dan untuk
mengetahui apakah Kooperatif Learning tipe TGT dapat meningkatkan kemampuan
mahasiswa dalam menguasai huruf kanji.
METODE PENELITIAN
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
Model pembelajaran kooperatif mempunyai banyak sekali variasi. Salah satu di
antaranya adalah model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournaments).
Menurut Saco (2006), dalam TGT siswa memainkan permainan dengan seluruh anggota
kelompoknya untuk memperoleh skor bagi kelompoknya. Sehingga keberhasilan tiap
individu dapat dilihat dari keberhasilan kelompok.
Dalam pembelajaran kooperatif terdapat rasa saling ketergantungan positif antar
anggotanya untuk mencapai tujuan kelompoknya. Dalam model pembelajaran kooperatif
dengan tipe TGT terdapat karakter sebagai berikut.
1. Pembelajar dilatih keterampilan-keterampilan yang spesifik untuk membantu sesama
temannya bekerja sama dengan baik.
2. Adanya pengakuan atau ganjaran kecil yang harus diberikan kepada kelompok yang
kinerjanya baik.
3. Memanfaatkan suatu permainan dalam kelompok kecil untuk memperoleh tambahan
Citra Dewi dan Irna Anjani
Pembelajaran Huruf Kanji Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
17
pengetahuan dalam menyelesaikan masalah.
4. Meningkatkan prestasi pembelajar melalui kesempatan bekerja sama dalam satu
permainan kelompok kecil.
Permasalahan
Peneliti mengadakan observasi awal mengenai proses perkuliahan mata kuliah kanji.
Dari hasil obervasi diketahui beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam
pembelajaran kanji:
1. Metode yang digunakan selalu sama dari tiap-tiap Bab pelajaran sehingga timbul
kejenuhan dari pembelajar.
2. Tugas mata kuliah kanji selalu sama yakni menulis huruf di buku genkoyoushi dan
sangat jarang memberikan tugas berupa aplikasi penggunaan kanji.
3. Banyak pembelajar mengeluhkan huruf kanji yang banyak. Semakin belajar semakin
bingung dan sulit menghafalkannya.
4. Kurangnya aktifitas yang melibatkan pembelajar dalam kegiatan di kelas.
Melalui permasalahan yang terjadi di kelas maka permasalahan dala penelitian ini adalah
Apakah Metode Pembelajaran Kooperatif learning tipe TGT mampu meningkatkan
memampuan mahasiswa dalam menguasai huruf kanji?”
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian
ini mengikuti suatu daur (siklus) yang di dalamnya terdapat kegiatan merencanakan
tindakan, melaksanakan tindakan, melakukan pengamatan, dan melaksanakan refleksi pada
seluruh tindakan sebelumnya.
Pendekatan yang ditempuh dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang
diterapkan dalam metode PTK. Penelitian ini dilakukan sendiri oleh peneliti. Dalam
pelaksanaannya peneliti bertugas mengobservasi, mencatat, dan merekam segala aktivitas
dalam proses pembelajaran.
Pelaksanaan Penelitian
Penelitian dilaksanakan di STIBA INVADA Cirebon dalam kurun waktu 2 minggu
dengan kegiatan sebanyak 5 kali pertemuan pada bulan Januari 2013. Dalam penelitian ini
penulis mengambil objek penelitian yaitu mahasiswa prodi sastra Jepang semester 1 yang
berjumlah 24 orang. Berikut akan disampaikan contoh kegiatan tiap pertemuannya.
v Kegiatan pembelajaran
1. Pendahuluan
ü
Menjelaskan tujuan pembelajaran
ü
Menerangkan cara baca On-yomi dan Kun-yomi
ü
Menerangkan cara menulis kanji
ü
Memberikan contoh-contoh gabungan kanji dan cara bacanya
2. Kegiatan inti
ü
Menyampaikan aturan games tournament
ü
Mengelompokan mahasiswa kedalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang.
ü
Memastikan semua mahasiswa mengerti aturan games tournament
ü
Menyiapkan perlengkapan kegiatan
Citra Dewi dan Irna Anjani
Pembelajaran Huruf Kanji Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
18
ü
Memulai kegiatan games tournament
ü
Memantau kegiatan dan memberikan skor keaktifan dan kooperasi tiap kelompok
ü
Mengoreksi jawaban tiap kelompok dengan cara diskusi
ü
Memberikan kesempatan tiap individu/kelompok untuk mengemukakan pendapat
mengenai hasil kerja kelompok lain
ü
Memberikan skor bagi tiap kelompok dan memberikan reward kepada kelompok yang
berhasil mendapatkan skor tertinggi
ü
Mengakhiri kegiatan
3. Penutup
ü
Mengevaluasi kegiatan yang telah berlangsung.
ü
Memberikan kesimpulan mengenai materi dan kegiatan.
ü
Memberikan tugas agar mahasiswa melatih kembali materi yang telah disampaikan.
Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dalam Pembelajaran Huruf Kanji
Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari 2013 dengan kegiatan sebanyak 5 kali
pertemuan. Materi yang diberikan adalah meteri huruf kanji dari buku shokyuu kanji
pelajaran 15-17 dengan jumlah kanji sebanyak 30 huruf. Kegiatan diawali dengan
pemberian arahan kegiatan, tujuan kegiatan dan capaian yang ingin didapat dari
pembelajaran dengan menggunakan kooperatif learning dengan TGT ini.
Kegiatan tournament kelompok yang terdiri dari 3-4 orang dicatat dan dilakukan
skoring untuk setiap kelompok atas jawaban yang dikemukakan. Pada saat kegiatan
berlangsung peneliti mencatat semua kegiatan tiap kelompok, mencatat keaktifan dan
kerjasama tiap anggota tim agar didapat informasi yang jelas mengenai tingkat kerjasama
tiap kelompok dalam menyelesaikan soal yang diberikan oleh pengajar.
Setelah semua jawaban didapatkan maka bersama-sama mengoreksi jawaban dari tiap
kelompok dan mencatat keaktifan dari tiap kelompok dalam mengemukakan pendapat atas
jawaban yang dikemukakan oleh kelompok lain.
Hasil tes yang dilaksanakan sebanyak 3 kali yang terdiri dari pree test dan post test
yaitu sebagai data pembanding pada dasarnya mengalami peningkatan nilai. Dari tes
pertama dan kedua dapat dilihat nilai dari perorangan yang mengalami kenaikan sebanyak
58,6%, nilai yang tetap sebanyak 36,6%, dan yang nilainya turun sebanyak 4,8%.
Sedangkan dari tes ketiga semua kategori pembelajar mengalami kenaikan nilai rata-rata 8-
10 poin dari nilai ujian sebelumnya. Hal ini disebabkan karena mereka cenderung untuk lebih
giat belajar , lebih terlibat dalam proses belajar dan lebih bersemangat dalam proses
perkuliahan.
Citra Dewi dan Irna Anjani
Pembelajaran Huruf Kanji Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
19
KESIMPULAN
Berdasarkan pelaksanaan penelitian model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam
pembalajaran huruf kanji pada mahasiswa semester 1 STIBA INVADA TA 2013/2014
dapat disimpulkan yaitu dengan model pembelajaran cooperative learning melalui tipe
TGT (Teams Games Tournament) dapat hasil belajar mahasiswa semester 1 STIBA
INVADA TA 2013/2014 pada pembelajaran huruf kanji. Model pembelajaran cooperative
learning melalui tipe TGT (Teams Games tournaments) dapat meningkatkan motivasi dan
keaktifan mahasiswa dalam kelas.
Citra Dewi dan Irna Anjani
Pembelajaran Huruf Kanji Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
20
REFERENSI
Campbell, Bruce. 2004. Teaching and Learning Trough, Multiple Inteligences.
Jakarta: Intuisi Press.
Depdiknas. 2004. Kurikulum 2004 Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dimyati dan Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Diyanto. 2006. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Melalui Tipe Tgt
(Teams Games Tournaments) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Vii6
Mts. Filial Al Iman Adiwerna Tegal Pada Pokok Bahasan Bilangan Bulat. Semarang.
Skripsi (tidak dipublikasikan). UNNES.
Kagan, Spencer. 2003. Cooperative Learning Resources for Teacher. Jakarta: Intuisi Press.
Pandoyo, Dkk. 2004. Matematika 1a untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas 7.
Jakarta: Balai Pustaka.
Rusoni, Elin. 1999. Buku Pedoman Guru Madrasah Tsanawiyah Bernuansa Islam dengan
Pendekatan Keterampilan Proses. Jakarta: BEP Dikjen Depag RI.
Suyitno, Amin. 2005. Petunjuk Praktis Penelitian Tindakan Kelas untuk Penyusunan
Skripsi. Semarang: UNNES.
Suyitno, Amin. 2005. Pemilihan Model-model Pembelajaran Matematika dan
Penerapannya di Madrasah Aliyah. Semarang: UNNES.