
Andi Abd. Khaliq Syukur, M. Fahmi Reza dan Lina Siti Munawaroh
Tanda Kejepangan Pada Kemasan Roti Sharon Bakery Serial Doraemon
Representasi tanda kejepangan dalam suatu kemasan produk kuliner mengasumsikan
adanya pengakuan budaya Jepang dalam tatanan sosial di masyarakat. Sebagaimana
pandangan Lusiana (2018, pp. 20–24), yang menjelaskan gejala relasi kuasa dalam produk
kemasan kejepangan menghasilkan ekspresi kualitas premium, menyehatkan, akuntabel, tren
kekinian, dan mengglobal.
Lusiana juga mengaitkan tanda kejepangan dengan ideologi kapitalisme yang
menghadirkan stereotip gaya hidup masyarakat dunia, serta sebagai perwujudan hegemoni
atas penentuan keputusan hidup yang akan dipilih oleh konsumen (Sutiarso, 2011). Oleh
karena itu, peneliti berasumsi bahwa kemasan produk roti Sharon Bakery serial Doraemon
merupakan bagian dari praktik penandaan yang mempunyai lapisan makna di dalamnya yang
memengaruhi perilaku konsumen. Berdasarkan keseluruhan fenomena yang telah dijelaskan,
maka peneliti menggunakan pendekatan semiologi untuk menjelaskan cara kerja sistem
penandaan dalam kemasan roti Sharon Bakery.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Menurut Moleong (2010, p. 6),
penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang
apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll.
Secara holistik, dan dengan cara deskriptif analitis.
Pengertian dari metode deskriptif analitis menurut Sugiyono (2009, p. 29) adalah
suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek
yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa
melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Oleh karena itu,
penelitian ini akan mendeskripsikan data dan analisis secara deskriptif berdasarkan teori
semiologi Roland (Barthes, Roland. 2015. Nurhadi., Millah, A. Sihabul, 2015).
Pada tahap pengumpulan data, penulis menggunakan teknik simak, teknik catat, dan studi
pustaka (Mahsun, 2013, p. 123). Adapun rincian penyajian data sebagai berikut;
1.
Pada tahap ini penulis mengelompokkan data berdasarkan struktur kemasan yang dibagi
oleh Sucipta, dkk (2017, pp. 26, 32, 35). Menurut Sucipta, dkk struktur kemasan terdiri
dari warna, bentuk, merek atau logo, ilustrasi, tipografi dan tata letak. Struktur kemasan
pada penelitian ini digunakan sebagai kerangka dalam menganalisis setiap hubungan
penanda satu dengan lainnya yang terdapat pada kemasan roti Sharon Bakery.
2.
Dari hasil pengelompokkan tersebut data dianalisis menggunakan teori semiologi Roland