NIJI
Jurnal Kajian Sastra, Budaya, Pendidikan dan Bahasa Jepang
Vol. 2, No. 2, Juli 2020, p-ISSN 2355-889X
https://doi.org/10.18510/jt.2021.xxx
http://jurnal.stibainvada.ac.id/
76
PERGESERAN MAKNA TERJEMAHAN KALIMAT PASIF DALAM NOVEL
I WANT TO EAT YOUR PANCREAS
Aulia Arifbillah Anwar
Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Invada
Yanti Hidayati
Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Invada
Bianca Yahayupuspita
Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Invada
Riwayat Artikel:
Diterima April 2020;
Direvisi Juni 2020;
Disetujui Juli 2020.
Abstrak
Penelitian ini berjudul Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want To
Eat Your Pancreas. Alasan pemilihan judul karena penulis menemukan pergeseran makna
terjemahan kalimat pasif dalam novel I Want to Eat Your Pancreas, yaitu kalimat pasif yang
terdapat dalam BSu diterjemahkan menjadi kalimat aktif dalam BSa. Adapun tujuan
penelitian ini untuk mendeskripsikan pergeseran makna atau modulasi menurut teori
Newmark (1988) yang terdapat dalam novel tersebut. Penelitian ini masuk ke dalam ranah
kajian terjemahan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, sumber data
merupakan novel berbahasa Jepang sebagai BSu dengan judul Kimi no Suizou wo Tabetai
dan novel terjemahan bahasa Indonesia sebagai BSa dengan judul I Want to Eat Your
Pancreas. Hasil penelitian menunjukan bahwa 15 data mengalami pergeseran makna atau
modulasi yaitu 12 data mengalami pergeseran modulasi wajib yang disebabkan 7 data
kalimat pasif diterjemahkan menjadi kalimat aktif, 5 data kalimat pasif dengan makna
khusus diterjemahkan menjadi makna umum. Kemudian 3 data mengalami pergeseran
modulasi bebas yang disebabkan kalimat pasif yang terdapat dalam BSu diterjemahkan
mengikuti kata yang umum digunakan dalam BSa.
Kata Kunci : Linguistik, Terjemahan, Kalimat Pasif, Novel, Pergeseran Makna
Aulia Arifbillah A, Yanti Hidayati dan Bianca Yahayupuspita
Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want to Eat Your Pancreas
77
PENDAHULUAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pergeseran makna terjemahan
kalimat pasif dalam novel I Want to Eat Your Pancreas (IWEYP) dari bahasa Jepang ke dalam
bahasa Indonesia. Sumber data diambil dari novel berbahasa Jepang karya Sumino Yoru
yang berjudul Kimi No Suizou wo Tabetai (KST) sebagai BSu (Rahayu et al., 2022) dan
novel berbahasa Indonesia dengan judul I Want to Eat Your Pancreas sebagai BSa (Mahmudi
& Abidin, 2022). Dalam novel tersebut, penulis menemukan adanya pergeseran makna atau
modulasi dalam terjemahan kalimat pasif (Tambunsaribu, 2020). Lebih lanjut, penelitian ini
masuk dalam ranah kajian terjemahan, khususnya pergeseran makna (Fuad & Nur, 2019).
Dalam penerjemahan kalimat pasif bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia (Miyonda,
2012), kalimat pasif tidak hanya diterjemahkan menjadi kalimat pasif namun terkadang
diterjemahkan menjadi kalimat aktif (Rosliana, 2014), hal tersebut mengakibatkan adanya
pergeseran makna atau modulasi yaitu modulasi wajib.
Contoh : きみ、キョウコに殺されるらしいよ (Yoru S. , 2015, hal. 147)
Kimi/, kyouko/ ni/ korosareru/ rashii/ yo
s/ pel/ par/ pred.pass
‘Sepertinya kyouko akan membunuhmu’ (Yoru S. , 2017, hal. 142)
Dalam contoh kalimat tersebut, kalimat pasif yang terdapat dalam BSu diterjemahkan
menjadi kalimat aktif dalam BSa (Wulandari et al., 2017). Terjemahan menurut Catford dalam
(Machali, 2009, hal. 25) mendefinisikan terjemahan sebagai penggantian makna teks dalam
bahasa sumber dengan makna teks dalam bahasa sasaran dengan sepadan . Jadi, dapat
disimpulkan bahwa terjemahan berarti memindahkan suatu makna, pesan dan kesan dalam
bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Takahashi dalam (Sutedi, 2015, hal. 6) menjelaskan
bahwa jika pelaku dinyatakan sebagai subjek dan sasaran dinyatakan sebagai objek maka
disebut dengan kalimat aktif. Sedangkan jika sasaran dinyatakan sebagai subjek dan pelaku
dinyatakan sebagai pelengkap disebut pasif (Saidi, 2016). Sedangkan Tomomatsu berpendapat
bahwa kalimat pasif yaitu kalimat yang mengekspresikan makna bahwa seseorang menerima
tindakan dari orang lain , dalam hal ini yang menjadi subjek merupakan orang yang menerima
tindakan, bukan orang yang melakukan tindakan tersebut (Tomomatsu, 2013, hal. 180).
Contoh kalimat pasif :
(1) 私は母に起こされました
Watashi wa Haha ni Okosaremashita
‘Saya dibangunkan oleh ibu’
(Tomomatsu, 2013, hal. 180)
Aulia Arifbillah A, Yanti Hidayati dan Bianca Yahayupuspita
Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want to Eat Your Pancreas
78
Kalimat pasif dalam bahasa Jepang terbagi menjadi beberapa jenis kalimat pasif,
umumnya kalimat pasif dalam bahasa Jepang digunakan untuk menyembunyikan pelaku dan
mengekspresikan makna adversatif atau gangguan (Putri & Putri, 2020). Berbeda dengan kalimat
pasif dalam bahasa Jepang, kalimat pasif dalam bahasa Indonesia cenderung lebih sering
diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari atau produktif (Subakti et al., 2021), selain itu,
kalimat pasif bahasa Indonesia cenderung memiliki makna untuk membuat kalimat aktif
menjadi lebih sopan (Haiguang, 2015). Karena perbedaan hal tersebut mengakibatkan sering
terjadinya pergeseran antar bahasa, baik dalam segi bentuk atau segi makna, seperti
contohnya kalimat pasif dalam bahasa Jepang (Sukirman Nurdjan et al., 2016) kemudian
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi kalimat aktif (Suprato, 2013). Kalimat
pasif juga merupakan kalimat yang cukup produktif digunakan dalam kehidupan sehari hari
(Puspitorini & Mastuti, 2002), baik dalam percakapan maupun tulisan, seperti terdapat dalam
drama, buku ajar, dan novel. Penelitian ini menggunakan sumber data yang diambil dari novel
berbahasa Jepang dan novel berbahasa Indonesia. Novel adalah sebuah karangan prosa yang
panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya
dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku (Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring,
2019). Lebih lanjut, selain novel yang ditulis dalam bahasa asli juga terdapat novel yang
merupakan terjemahan (Bawarti, 2017). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah novel berbahasa Jepang sebagai BSu dan novel berbahasa Indonesia sebagai BSa.
Novel terjemahan berarti novel yang dari bahasa sumbernya (Bsu) telah diterjemahkan ke
dalam bahasa sasaran (Bsa) agar dapat dimengerti oleh pembaca yang menggunakan bahasa
lain tersebut. Perbedaan struktur kalimat, bahasa dan budaya menjadi kendala dalam
menerjemahkan, sehingga hasil terjemahan mengalami pergeseran makna.
Dengan demikian, penelitian ini akan menganalisis mengenai pergeseran makna atau
modulasi dari novel Kimi No Suizou Wo Tabetai dan novel terjemahan I Want To Eat Your
Pancreas.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk
memperoleh gambaran seutuhnya mengenai pergeseran makna atau modulasi dalam novel
terjemahan I Want To Eat Your Pancreas. Menurut Sutedi dalam (Rahayu, 2013) metode
deskriptif adalah menggambarkan, menjabarkan suatu fenomena yang terjadi saat ini dengan
menggunakan prosedur ilmiah untuk menjawab secara aktual, dan sebagai cara yang tepat
Aulia Arifbillah A, Yanti Hidayati dan Bianca Yahayupuspita
Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want to Eat Your Pancreas
79
untuk menggambarkan secara sistematis makna dari suatu kata, frasa, atau kalimat dari suatu
bahasa yang dikelompokan melalui pola tertentu dengan makna yang dihasilkan dianalisis.
Sedangkan menurut Mahsun penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk
memahami fenomena sosial termasuk fenomena kebahasaan yang tengah diteliti, yang
berfokus pada penunjukan makna, deskripsi, penjernihan, dan penempatan data pada
konteksnya masing masing dan sering kali melukiskannya dalam bentuk kata kata
daripada angka (Mahsun, 2014, hal. 257). Penulis menggunakan dua sumber data yaitu sumber
data primer dan sumber data sekunder (Sugiyono, 2009, hal. 308). Sumber Primer adalah
sumber data yang langsung memberikan data pada pengumpul data. Sumber Primer dalam
penelitian ini adalah novel dengan judul “Kimi No Suizou Wo Tabetai” karya Sumino Yoru
terbit pada tahun 2015 dan novel terjemahan yang telah diterjemahkan oleh Khairun Nisak yang
kemudian diterbitkan oleh Haru Media dengan judul “I Want To Eat Your Pancreas”.
Kemudian Sumber Sekunder adalah sumber yang secara tidak langsung memberikan data
pada pengumpul data contohnya melalui orang lain atau dokumen dokumen yang dapat
mendukung penelitian, yaitu penelitian terdahulu (Dewi, 2017), (Sugiarti, 2014), teori
terjemahan (Newmark, 1988) dan kamus elektronik Ichi moe (Ichi.moe Japanese
Transliteration And Dictionary, 2019).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bagian ini, penulis akan memaparkan hasil analisis pergeseran makna terjemahan
kalimat pasif yang terdapat dalam novel I Want To Eat Your Pancreas. Penulis menemukan 15
pergeseran makna, diantaranya 12 data merupakan pergeseran modulasi wajib dan 3 data
merupakan pergeseran modulasi bebas.
a. Modulasi Wajib
(1) いきなり君に
連れて行かれた
(Yoru S. , 2015, hal. 56)
Ikinari/ kimi/ ni/ tsureteikareta
ks / pn/par/ kk. pas. lamp
‘Tiba - tiba kau datang dan menarikku pergi(Yoru S. , 2017, hal. 57)
Data (1) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif tsureteikareta yang
merupakan verba majemuk yang terbentuk dari morfem bebas tsureru yang memiliki makna
“membawa, mengajak” (Matsuura, 1994, hal. 1123), kemudian morfem terikat ~teiku yang
memiliki makna pergerakan pergi menjauh dari titik awal subjek berada dan jodoushi “reru”
yang juga merupakan morfem terikat serta menandai bentuk pasif dalam data (1), dalam
kalimat tersebut pun terdapat kala yang ditandai dengan adanya ~ta yang berarti aktivitas atau
Aulia Arifbillah A, Yanti Hidayati dan Bianca Yahayupuspita
Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want to Eat Your Pancreas
80
kegiatan tersebut telah berlangsung atau lampau. Kata tsureteikareta dalam BSu tersebut
memiliki makna “mengajak pergi”, namun dalam BSa diterjemahkan menjadi “menarikku
pergi” merupakan bentuk aktif berkonstruksi me-dalam BSa, hal tersebut mengakibatkan
hasil terjemahan mengalami pergeseran makna atau modulasi yaitu modulasi wajib karena
kalimat pasif yang terdapat dalam BSu diterjemahkan ke dalam kalimat aktif dalam BSa.
(2) 彼女はおばあさんに礼を
言われ、褒め称えられていた
(Yoru S. , 2015, hal. 106)
Kanojo/ wa / obaasan/ ni/ rei o iware / hometataerareteita
pn/ par/ kb/ par/ kk.pas/ kk. pas. lamp
‘Gadis itu mendapat pujian dan ucapan terimakasih dari sang nenek’
(Yoru S. , 2017, hal. 106)
Data (2) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif iwareru dan
hometataerareteita. Verba iwareru sendiri terbentuk dari morfem bebas Iu yang memiliki
makna “berkata, membilang, mengomong” (Matsuura, 1994, hal. 351), dan jodoushi reru
yang merupakan morfem terikat serta sebagai penanda bentuk pasif data (2). Yang kedua
adalah hometataerareteita yang terbentuk dari verba hometataeru yang merupakan morfem
bebas memiliki makna “pujian, mengagumi, mengagungkan” serta morfem terikat yaitu reru
sebagai penanda bentuk pasifnya dan kala ~ta yang memiliki makna bahwa kejadian tersebut
telah berlangsung atau lampau. Verba iwareru yang dalam BSu tersebut memiliki makna
“dikatakan”, namun diterjemahkan dalam BSu menjadi “ucapan” sedangkan
hometataerareteita yang memiliki makna “dipuji, diagungkan, dikagumi” diterjemahkan
dalam BSa menjadi “mendapat pujian” merupakan bentuk aktif dasar dan bentuk aktif dengan
konstruksi me- dalam BSa, hal tersebut mengakibatkan hasil terjemahan mengalami
pergeseran makna atau modulasi wajib, yaitu bentuk pasif dalam BSu diterjemahkan menjadi
bentuk aktif BSa.
(3) 君、キョウコにも
敬遠されてる
(Yoru S. , 2015, hal. 112)
Kimi/ kyouko/ ni mo/ keien sareteru
pn/ kb/ par/ kk.pas
‘Kau juga dijauhi Kyouko’ (Yoru S. , 2017, hal. 110)
Data (3) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif kiein sareteru
yang terbentuk dari verba keien suru, yang memiliki makna “menyingkir, menghindar”
(Matsuura, 1994, hal. 459). Keien merupakan morfem bebas dan suru sendiri merupakan
setsuji. Kemudian jodoushi reru yang merupakan morfem terikat juga sebagai tanda bentuk
pasif dalam data (3), dan kala ~teru yang merupakan kependekan dari ~teiru yang memiliki
makna kegiatan sedang berlangsung. Verba kiein sareteru dalam BSu tersebut memiliki makna
Aulia Arifbillah A, Yanti Hidayati dan Bianca Yahayupuspita
Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want to Eat Your Pancreas
81
“disingkirkan, dihindari” kemudian diterjemahkan menjadi “dijauhi” dalam BSa yang
merupakan bentuk kalimat pasif dengan konstruksi “di-” dalam BSa, hasil terjemahan tersebut
mengalami pergeseran makna atau modulasi wajib dikarenakan verba yang memiliki makna
khusus dalam BSu diterjemahkan menjadi “dijauhi” yang memiliki makna umum dalam BSa.
(4) 僕は彼女に
押し切られて
, 同じ部屋に泊まることになった (Yoru S. , 2015, hal. 116)
Boku/ wa/ kanojo/ ni/ oshikirarete /onaji/ heya/ ni/ tomaru/ koto ninatta.
pn/ par/ pn/ par/ kk. pass / kb/ kb/ par/ kk. lamp
‘Aku dikalahkan nya, Hingga kami menginap dikamar yang sama’
(Yoru S. , 2017, hal. 115)
Data (4) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif oshikirarete yang
terbentuk dari morfem bebas “oshikiru” yang memiliki makna “menyingkir” (Matsuura,
1994, hal. 775), jodoushi reru yang merupakan morfem terikat serta menandai bentuk pasif
dalam data (4). Verba oshikirarete dalam BSu tersebut memiliki makna “disingkirkan”,
namun diterjemahkan menjadi “dikalahkan” yang merupakan bentuk pasif dengan prefiks “di-
dalam BSa. Hasil terjemahan kalimat tersebut mengalami adanya pergeseran makna atau
modulasi wajib dikarenakan verba yang memiliki makna khusus dalam BSu diterjemahkan
menjadi bermakna umum dalam BSa.
(5) 僕は結局たまたま本屋に入ってきたクラスメイトにガムを
すすめられる
(Yoru S. , 2015, hal. 213)
Boku/ wa/ kekkyoku/ tama tama/ honya/ ni/ haittekita/ kurasumeito/ ni/ gamu/ o/
susumerareru
pn/ par/ ket/ ket/ kb/par/ kk.lamp/ kb/ par/ kb/ par/ kk.pas
‘Hingga akhirnya seorang teman sekelas yang kebetulan memasuki toko buku
menawarkan permen karet’ (Yoru S. , 2017, hal. 204)
Data (5) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif susumerareru
yang terbentuk dari verba susumeru yang merupakan morfem bebas yang memiliki makna
“menawarkan, mempersilakan, menyarankan” (Matsuura, 1994, hal. 1016) dan jodoushi reru
yang merupakan morfem terikat dan sebagai bentuk pasif dalam data (5). Bentuk pasif
susumerareru dalam BSu tersebut memiliki makna “ditawarkan, dipersilahkan, disarankan”,
namun diterjemahkan menjadi “menawarkan” dalam BSa yang merupakan bentuk aktif
berkonstruksi “me-” dalam bahasa Indonesia, hasil terjemahan tersebut mengalami adanya
pergeseran makna atau modulasi wajib karena kalimat pasif yang terdapat dalam BSu
diterjemahkan menjadi aktif dalam BSa.
Aulia Arifbillah A, Yanti Hidayati dan Bianca Yahayupuspita
Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want to Eat Your Pancreas
82
(6) 立ちあがろうとすると彼女に腕を
掴まれた
(Yoru S. , 2015, hal. 42)
Tachiagarou/ to suru to/ kanojo/ ni / ude / o/ tsukamareta
kk/ kt. bantu/ kb/ par/ kb/par/ pas. lamp
‘Saat aku bergegas berdiri, tangan ku ditahan oleh nya’ (Yoru S. , 2017, hal. 43)
Data (6) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif tsukamareta yang
terbentuk dari verba tsukamu yang merupakan morfem bebas memiliki makna “memegang,
menangkap” (Matsuura, 1994, hal. 1113), kemudian jodoushi reru yang merupakan morfem
terikat dan bentuk pasif, lalu kala ~ta yang memiliki makna lampau atau sudah terjadi. Verba
tsukamareta dalam data (6) tersebut memiliki makna “dipegang, ditangkap”, namun
diterjemahkan menjadi kata “ditahan” dalam BSa yang merupakan bentuk pasif konstruksi
“di-” dalam bahasa Indonesia menunjukkan adanya pergeseran makna atau modulasi karena
kata tsukamu dalam BSu diterjemahkan menjadi “ditahan” dalam BSa yang memiliki aspek
khusus dalam data lima, hal tersebut mangakibatkan hasil terjemahan mengalami pergeseran
makna atau modulasi wajib.
(7) 僕が考てい時点で、彼女に穏を
魔さ
(Yoru S. , 2015, hal. 94)
Boku/ ga/ kangaeteiru/ jiten/ de, /kanojo /ni/ heion/ o/ jyama sareru
pn/ par/ kk/ kb/ par/ pn/ par/ ks/ par/ kk. pas
‘Hal itu membuatku berfikir bahwa gadis itulah yang mengganggu waktuku yang
damai’ (Yoru S. , 2017, hal. 93)
Data (7) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif jyama Sareru yang
terbentuk dari nomina jyama yang merupakan morfem bebas memiliki makna “gangguan,
halangan, rintangan” (Matsuura, 1994, hal. 355) dan suru yang merupakan setsuji dan
memiliki makna “berbuat, berlaku, melakukan” (Matsuura, 1994, hal. 1015) dan jodoushi reru
yang merupakan morfem terikat serta bentuk pasif dalam data (7). Verba jyama Sareru dalam
BSu tersebut memiliki makna “diganggu, dihalangi”, namun diterjemahkan menjadi
“mengganggu” dalam BSa yang merupakan bentuk aktif dengan konstruksi “me-” dalam
bahasa Indonesia mengalami pergeseran makna atau modulasi wajib karena bentuk pasif
dalam BSu diterjemahkan menjadi bentuk aktif dalam BSa.
(8) 白い天井に意識まで
吸いこまれ
そうになる (Yoru S. , 2015, hal. 123)
Shiroi/ tenjou/ ni/ ishiki/ made /suikomaresou/ ni naru
ks/ kb/ par/ kb/ par/ kk. pas/ kk
‘Kesadaranku rasanya tertarik oleh atap putih’ (Yoru S. , 2017, hal. 120)
Data (8) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif suikomare adalah
Aulia Arifbillah A, Yanti Hidayati dan Bianca Yahayupuspita
Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want to Eat Your Pancreas
83
kependekan suikomareru yang merupakan verba majemuk yang terbentuk dari verba suu yang
merupakan morfem bebas dan memiliki makna “menghirup, menghisap” (Matsuura, 1994,
hal. 1019) dan komu yang juga merupakan morfem bebas memiliki makna “ramai, padat,
penuh” (Matsuura, 1994, hal. 535) dan jodoushi reru merupakan morfem terikat dan bentuk
pasif dalam data (8), sedangkan suikomu sendiri memiliki makna “menghirup, menyedot”
(Matsuura, 1994, hal. 1004). Verba suikomareru dalam BSu tersebut memiliki makna
“dihirup, dihisap”, namun diterjemahkan menjadi “tertarik” dalam BSa yang merupakan
bentuk pasif dengan konstruksi “ter-” dalam bahasa Indonesia tersebut mengalami pergeseran
makna atau modulasi wajib karena verba suikomareru yang memiliki makna khusus dalam
BSu diterjemahkan menjadi “tertarik” yang memiliki makna umum dalam BSa.
(9) 君にこれを
頼まれて来た
んだよ (Yoru S. , 2015, hal. 200)
Kimi/ ni/ kore/ o/ tanomretekita/nda/yo
pn/pred/ pn/par/ kk.pas/ par
‘Aku datang karena kau meminta tolong ini kepadaku’ (Yoru S. , 2017, hal. 193)
Data (9) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif tanomarete yang
terbentuk dari verba tanomu yang merupakan morfem bebas memiliki makna “meminta,
memohon” (Matsuura, 1994, hal. 1044) dan jodoushi reru yang merupakan morfem terikat
dan bentuk pasif dalam data (9). Tanomarete yang merupakan bentuk pasif dalam BSu
tersebut memiliki makna “dimintai” namun diterjemahkan menjadi “meminta” yang
merupakan bentuk aktif dengan Prefiks “me-” dalam BSa tersebut mengalami pergeseran
makna atau modulasi wajib karena bentuk pasif dalam BSu diterjemahkan menjadi aktif
dalam BSa.
(10) 病気が始まるって
信じられて
らしいよ (KST, 2015:6) (Yoru S. , 2015, hal. 6)
Bouki/ ga/ hajimaru/tte/ shinjirarete/ rashii/ yo
kb/ Par/ kk/par/ kk.pas/k.bantu/ par
‘Mereka percaya dengan melakukan hal tersebut, penyakitnya bisa sembuh’
(Yoru S. , 2017, hal. 9)
Data (10) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif shinjirarete
yang merupakan bentuk pasif yang terbentuk dari kata kerja shinjiru yang merupakan
morfem bebas memiliki makna “percaya, mempercayai, yakin” (Matsuura, 1994, hal. 922)
dan jodoushi reru yang merupakan morfem terikat serta bentuk pasif dalam data (10). Verba
shinjirarete dalam BSu tersebut memiliki makna “dipercaya”, namun diterjemahkan menjadi
kata “percaya” dalam BSa yang merupakan bentuk aktif dalam bahasa Indonesia tersebut
Aulia Arifbillah A, Yanti Hidayati dan Bianca Yahayupuspita
Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want to Eat Your Pancreas
84
mengalami pergeseran makna atau modulasi, yaitu modulasi wajib, karena bentuk pasif dalam
BSu diterjemahkan menjadi “percaya” yang merupakan bentuk aktif dalam BSa.
(11) 生活は全然
脅かされてない
もん (Yoru S. , 2015, hal. 33)
Seikatsu/ wa / zenzen /obiyakasaretenai/ mon
kb/ par/ ks/ kk. pas. negatif/ kb
Tetap bisa menjalankan aktivitas hari hari seperti biasa’ (Yoru S. , 2017, hal. 34)
Data (11) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif obiyakasaretenai
yang terbentuk dari kata obiyakasu yang merupakan morfem bebas memiliki makna
“mengancam” (Matsuura, 1994, hal. 747) dan jodoushi reru yang merupakan morfem terikat
serta bentuk pasif dalam data (11) dan pola kalimat ~nai yang memiliki makna negarif. Kata
obiyakasaretenai dalam BSu tersebut memiliki makna “tidak terancam”, namun
diterjemahkan menjadi “tetap bisa menjalankan” yang merupakan bentuk aktif dalam bahasa
Indonesia dengan ditandai prefiks me-” di dalamnya, hal tersebut mengakibatkan adanya
pergeseran makna atau modulasi yaitu modulasi wajib karena kata kerja pasif dalam BSu
diterjemahkan menjadi aktif dalam BSa.
(12) そんな僕の淡すぎる期待は、すぐに
殺された
(Yoru S. , 2015, hal. 212)
Sonna/ boku/ no/ awasugiru/ kitai/ wa/, sugu ni/ korosareta
pn/ pn/ par/ kk/ kb/ par/ ks/ kk. pas. lamp
‘Niat sederhanaku langsung dipatahkan nya’ (Yoru S. , 2017, hal. 203)
Data (12) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif korosareta yang
terbentuk dari verba korosu yang merupakan morfem bebas memiliki makna “membunuh”
(Matsuura, 1994, hal. 544) dan jodoushi reru yang merupakan morfem terikat serta bentuk
pasif dalam data (12). Bentuk pasif korosareta dalam BSu tersebut memiliki makna
“dibunuh”, namun diterjemahkan menjadi “dipatahkan” yang merupakan bentuk pasif dengan
prefiks “di-” dalam BSa, hasil terjemahan tersebut mengalami pergeseran makna atau
modulasi wajib, karena aspek khusus dalam BSu yaitu korosareta diterjemahkan menjadi
“dipatahkan” yang merupakan aspek umum dalam BSa.
b. Modulasi Bebas
(13) またクラスメイトに
見られたら
面倒だな (Yoru S. , 2015, hal. 56)
Mata /kurasumeito/ ni/ miraretara/ mendou/ da/na
kt. bantu/ kb/ par/ kk.pas/ ks/ par
Kalau ketahuan lagi oleh teman sekelas, kita bisa repot’ (Yoru S. , 2017, hal. 58)
Data (13) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif miraretara yang
terbentuk dari verba miru yang merupakan morfem bebas dan memiliki makna “lihat, melihat,
Aulia Arifbillah A, Yanti Hidayati dan Bianca Yahayupuspita
Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want to Eat Your Pancreas
85
menengok, memandang, menyaksikan” (Matsuura, 1994, hal. 642). Kemudian morfem terikat
“reru” yang menandai bentuk pasif dalam data (13) dan modalitas “tara” yang memiliki
makna pengandaian. Kata miraretara yang terdapat dalam BSu tersebut memiliki makna
“kalau dilihat”, namun diterjemahkan menjadi “kalau ketahuan” dalam BSa yang merupakan
bentuk pasif dengan konfiks ke- an”, hasil terjemahan tersebut mengalami adanya pergeseran
makna atau modulasi yaitu modulasi bebas karena kata miru yang dalam bahasa Indonesia
memiliki makna tersirat namun diterjemahkan menjadi “ketahuan” yang memiliki makna lebih
tersurat dalam BSa.
(14) 母親に
持たされた
万円は、断れた (Yoru S. , 2015, hal. 302)
Haha oya/ ni/ motasareta/ ichiman en/ wa/ kotowareta
kb/ par/ kk. pas. lamp/ kb/ par/ kk. lamp
‘Uang 10.000 yen yang diberi oleh ibuku ditolaknya’ (Yoru S. , 2017, hal. 282)
Data (14) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif motasareru yang
merupakan verba majemuk terbentuk dari kata motsu yang merupakan morfem bebas
memiliki makna “memegang, membawa”, suru yang merupakan setsuji memiliki makna
“berbuat, berlaku, melakukan” (Matsuura, 1994, hal. 1015) dan jodoushi reru yang
merupakan morfem terikat serta bentuk pasif dalam data (14). Motasareru yang merupakan
bentuk pasif dalam BSu tersebut memiliki makna “dibawakan” diterjemahkan menjadi
“diberi” yang merupakan bentuk pasif dengan Prefiks “di-” dalam bahasa Indonesia tersebut
mengalami pergeseran makna atau modulasi bebas karena hasil terjemahan menggunakan kata
yang umum digunakan dalam masyarakat agar hasil terjemahan terasa lebih alami.
(15) 繁華街まだ口的な光
彩られる
(Yoru S. , 2015, hal. 141)
Hankagai /wa/ mada/ jinkou/ tekina/ hikari /ni/ irodorareru
kb/ par/ ks/ kb/ ks/ kb/par/ kk.pas
‘Jalanan diselimuti cahaya buatan dan masih tampak sibuk’ (Yoru S. , 2017, hal. 136)
Data (15) merupakan kalimat pasif yang ditandai dengan bentuk pasif irodorareru yang
terbentuk dari verba irodoru yang merupakan morfem bebas memiliki makna “mewarnai”
(Matsuura, 1994, hal. 341), dan jodoushi reru yang merupakan morfem terikat serta bentuk
pasif dalam data (15). Bentuk pasif irodorareru dalam BSu tersebut memiliki makna
“diwarnai”, namun diterjemahkan menjadi “diselimuti” yang merupakan bentuk pasif dengan
prefiks “di-” dalam BSa tersebut mengalami pergeseran yaitu pergeseran makna atau
modulasi bebas karena irodorare yang terdapat dalam BSu diterjemahkan menjadi
Aulia Arifbillah A, Yanti Hidayati dan Bianca Yahayupuspita
Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want to Eat Your Pancreas
86
‘diselimuti’, pergeseran makna terjadi karena faktor citarasa sastra dan budaya dalam BSa
lebih dapat diterima daripada menggunakan kata ‘diwarnai’.
KESIMPULAN
Pergeseran makna atau modulasi dari terjemahan kalimat pasif bahasa Jepang dalam
novel Kimi No Suizou Wo Tabetai ke dalam novel terjemahan bahasa Indonesia I Want To Eat
Your Pancreas mengalami pergeseran modulasi wajib dan modulasi bebas. 15 data mengalami
pergeseran makna atau modulasi yaitu 12 data mengalami pergeseran modulasi wajib yang
disebabkan 7 data kalimat pasif diterjemahkan menjadi kalimat aktif, 5 data kalimat pasif
dengan makna khusus diterjemahkan menjadi makna umum. Kemudian 3 data mengalami
pergeseran modulasi bebas yang disebabkan oleh kalimat pasif yang terdapat dalam BSu
diterjemahkan mengikuti kata yang umum digunakan dalam BSa, makna tersirat dalam BSu
diterjemahkan menjadi tersirat dalam BSa dan mempertimbangkan citarasa sastra atau budaya
yang berlaku dalam BSa agar hasil terjemahan terasa lebih alami dan tidak kaku.
REFERENSI
Aulia Arifbillah A, Yanti Hidayati dan Bianca Yahayupuspita
Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want to Eat Your Pancreas
87
Bawarti, E. (2017). Terjemahan Beranotasi Kata dan Ungkapan Budaya di dalam Novel Anak
Selandia Baru I’m Telling on You dan Barry & Bitsa. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri
Humaniora, 3(1), 33–54.
Fuad, A. L. W. L., & Nur, S. (2019). Studi Analisis Penerjemahan Verba Berpreposisi pada
Novel Terjemahan Alfu Lailah Wa Lailah Karya Fuad Syaifuddin Nur. Jurnal
Pendidikan, 19(1), 131–137.
Haiguang, Y. (2015). Studi kontrastif kalimat pasif bahasa Indonesia dan Tionghoa. LITERA,
14(2).
Mahmudi, M. F. N., & Abidin, M. R. (2022). Komparasi Elemen Visual Desain Jersey Home
Klub Persebaya Musim 2020 Dan 2021. BARIK, 4(1), 77–91.
Miyonda, I. (2012). Perpadanan Penerjemahan Kalimat Pasif Bahasa Jepang Ke Dalam
Bahasa Indonesia (Satu Kajian Struktur Dan Makna). Students E-Journal, 1(1), 1.
Puspitorini, D., & Mastuti, W. R. (2002). Analisis Gramatikal Teks Cantakaparwa. Makara
Human Behavior Studies in Asia, 6(1), 7–13.
Putri, D., & Putri, M. A. (2020). Analisis Kalimat Pasif Bahasa Jepang dalam Novel Kasei no
Kioku Karya Raymond Jones. Omiyage: Jurnal Bahasa Dan Pembelajaran Bahasa
Jepang, 3(2), 33–43.
Rahayu, P., Yuniarsih, Y., & Mutia, A. D. (2022). Analysis Of Patterned Subordinate
Conjunctions (V-Ru) To (V-Ta) In Japanese Novel: Analisis Konjungsi Subordinatif
Berpola (V-Ru) To (V-Ta) Dalam Novel Bahasa Jepang. Jurnal Kata: Penelitian Tentang
Ilmu Bahasa Dan Sastra, 6(1), 151–162.
Rosliana, L. (2014). Verba Dalam Kalimat Pasif Bahasa Jepang. Izumi, 3(1), 50–53.
Saidi, S. M. (2016). Fungsi pelaku dalam kalimat pasif bahasa indonesia. Paramasastra:
Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya, 3(2).
Subakti, H., Permadi, Y. A., Juliana, J., Syam, S., Komalasari, D., Sultoni, A., Kholifah, N.,
Nurtanto, M., Satriawan, D., & Avicenna, A. (2021). Asas Bahasa Indonesia Perguruan
Tinggi. Yayasan Kita Menulis.
Sukirman Nurdjan, S. S., Firman, S. P., & Mirnawati, S. P. (2016). Bahasa Indonesia untuk
Perguruan Tinggi. Penerbit Aksara TIMUR.
Suprato, D. (2013). Analisis Penerjemahan Kalimat Pasif Bahasa Inggris Ke dalam Bahasa
Indonesia pada Novel Morning, Noon and Night Karya Sidney Sheldon. Lingua Cultura,
7(1), 49–56.
Tambunsaribu, G. (2020). Analisis Terjemahan “Tobe” Dalam Kalimat Pasif Bahasa
Inggris Ke Bahasa Indonesia: Grammar In Translation. Bunga Rampai Karya
Ilmiah Dosen “Digitalisasi Dan Internasionalisasi Menuju APT Unggul Dan UKI
Hebat” Dies Natalis Ke 67 Universitas Kristen Indonesia, 292–306.
Aulia Arifbillah A, Yanti Hidayati dan Bianca Yahayupuspita
Pergeseran Makna Terjemahan Kalimat Pasif Dalam Novel I Want to Eat Your Pancreas
88
Wulandari, R. S., Zulaihah, S., & Hurustyanti, H. (2017). Analisis struktur kalimat pasif
bahasa Inggris dan bahasa Indonesia melalui Contrastive Recognition. Deiksis, 9(03),
374–384.