NIJI
Jurnal Kajian Sastra, Budaya, Pendidikan dan Bahasa Jepang
Vol. 2, No. 2, Juli 2020, p-ISSN 2355-889X
https://doi.org/10.18510/jt.2021.xxx
http://jurnal.stibainvada.ac.id/
101
CAMPUR KODE DALAM NOVEL YORU NO KOUEN KARYA KAWAKAMI
HIROMI (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
Yanti Hidayati
Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Invada
Marisa Kusuma W
Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Invada
Yusbhi Kris Sayputra
Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Invada
Riwayat Artikel:
Diterima April 2020;
Direvisi Juni 2020;
Disetujui Juli 2020.
Abstrak
Penelitian ini menganalisis mengenai campur kode pada gairaigo atau kata serapan Bahasa
Jepang dalam novel Yoru No Kouen karya Kawakami Hiromi. Teori yang digunakan adalah
teori campur kode yang diungkapkan Jendra (2007), yaitu teori campur kode dan wujudnya
berdasarkan asal unsur serapan dan tataran kebahasaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan wujud campur kode pada tuturan tokoh-tokoh yang ada di dalam
novel Yoru No Kouen karya Kawakami Hiromi. Metode penelitian yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif dengan prosedur pengumpulan data melalui studi pustaka, inventarisasi,
dan triangulasi data. Adapun hasil yang diperoleh adalah ditemukannya wujud campur kode
berdasarkan asal unsur serapan pada 32 data yang digunakan adalah semua data menunjukkan
campur kode ke luar (outer code mixing). Sedangkan wujud campur kode berdasarkan tataran
kebahasaan pada 32 data yang digunakan adalah campur kode kata (28 data) dengan rincian
meishi (nomina) 24 data, keiyoushi (adjektiva) 1 data, doushi (verba) 1 data, rentaishi
(pronomina) 1 data, fukushi (adverbia) 1 data; dan frasa (4 data) dengan rincian frasa nominal
sebanyak 4 data.
Kata Kunci : Sosiolinguistik, kode, campur kode, gairaigo, novel
Yanti Hidayati, Marisa Kusuma W dan Yusbhi Kris Sayputra
Campur Kode dalam Novel Yoru No Kouen Karya Kawakami Hiromi (Kajian
Sosiolinguistik)
102
PENDAHULUAN
Bahasa sebagai objek dalam sosiolinguistik, tidak dilihat sebagai bahasa (Sagita, 2019),
melainkan dilihat sebagai sarana interaksi atau komunikasi di dalam masyarakat (Chaer, 2010,
p. 3) Sehingga semua perilaku berbahasa dalam konteks sosial menjadi kajian dalam
sosiolinguistik (Hanafi, 2014). Dalam pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku
bahasa pada masyarakat terjadi bukan karena masyarakatnya menggunakan bahasa yang
sama, melainkan karena masyarakatnya mengakui variasi bahasa dari masing-masing penutur
sebagai anggota masyarakat (Nurfirdaus & Risnawati, 2019). Pada penelitian ini, penulis
menggunakan novel Yoru No Kouen sebagai objek penelitian (Pratiwi et al., 2020). Bukan
hanya karena adanya ketertarikan penulis untuk mengkaji karya sastra melalui ruang lingkup
linguistic (Rohman & Wicaksono, 2018), yaitu peristiwa campur kode melalui kajian
sosiolinguistik, melainkan karena penulis menganggap kehidupan sosial masyarakat pun
terjadi pula dalam sebuah novel melalui sistem dan norma yang dibuat oleh pengarangnya
(Perwitasari & Hendariningrum, 2014). Seperti yang diungkapkan (Estern, 1978, p. 9) yang
mengatakan bahwa dalam proses penciptaan karya sastra, seorang pengarang berhadapan
dengan kenyataan-kenyataan yang ditemukan dalam masyarakat “realitas objektif” dalam
bentuk peristiwa-peristiwa (Riyana, 2012), norma-norma atau tata nilai, pandangan hidup dan
aspek lain dalam masyarakat (Sukmana & Dewi, 2021).
Penulis mencoba menganalisis perilaku bahasa dari tokoh-tokoh dalam novel yang
dikerucutkan pada peristiwa campur kode di dalam novel Yoru No Kouen karya Kawakami
Hiromi. Berdasarkan data dan temuan yang diperoleh, penulis menarik kesimpuan bahwa
peristiwa campur kode dapat terjadi dalam karya sastra melalui dialog antartokoh (Indah et
al., n.d.), dialog tokoh secara monolog, serta melalui tuturan yang mengandung gairaigo
(外来語) atau bahasa serapan dari bahasa asing ke dalam bahasa Jepang yang biasa ditulis
dengan huruf Katakana (Firmansyah, 2016).
Adapun contoh campur kode yang penulis temukan dalam berikut ini.
(1) ここのコーヒー、うまいな」
幸は言いながら、リリの用意してきた用紙に、ていねいに捺印した。
Koko no koohii, umai na Yukio wa tinagara, Riri no your shite kita youkami ni, teinei
ni natsuin shita.
‘Kopi di sini enak, ya," kata Yukio sambil menutup surat yang sudah disiapkan Riri’
(Hiromi, 2009, pp. 219-220)
Yanti Hidayati, Marisa Kusuma W dan Yusbhi Kris Sayputra
Campur Kode dalam Novel Yoru No Kouen Karya Kawakami Hiromi (Kajian
Sosiolinguistik)
103
Pada contoh (1) peristiwa campur kode terjadi pada tuturan tokoh Yukio, yakni
penggunaan kata (koohii) yang merupakan kata serapan (gairaigo) dari bahasa Inggris ‘coffee'
(Idrus, 2016). Pengertian (koohi) menurut kamus Gendai Kokugo Reikai Jiten. yaitu:
コーヒーの木の種子 (コーヒー豆)を炒って粉に挽いたもの。
また、この粉を煮出すか蒸気を通して作った芳番や苦みの強い焦げ茶色の飲料。
Koohii no ki no shushi (koohii mame) o itte ko ni hiita mono. Mata, kono ko o nidasuka
jouki o tooshite tsukutta yoshiban ya nigami no tsuyoi koge chairo no inryou.
'Minuman yang berasal dari biji kopi yang dipanggang dan digerus hingga menjadi
serbuk (Lestari & Abdul Majid, 2022) . Lalu, minuman berwarna cokelat pekat dan pahit itu
dibuat dengan cara merebus serbuk hingga mengeluarkan uap’ (Lestari & Abdul Majid, 2022)
(Hayashi, 1993, p. 426)
Data tersebut berwujud campur kode ke luar (outer code mixing) jika dilihat berdasarkan
asal unsur serapan (Asokawati & Winingsih, 2015). Hal tersebut sesuai dengan teori yang
dikemukakan Jendra bahwa campur kode ke luar adalah campur kode yang menyerap unsur-
unsur bahasa asing (Gayatri et al., 2016). Data tersebut juga berwujud campur kode kata jika
dilihat berdasarkan tataran kebahasaan, yakni meishi (Nomina) (Gayatri et al., 2016)
Berdasarkan contoh pengungkapan peristiwa campur kode tersebut, penulis tertarik
menganalisis peristiwa campur kode pada karya sastra, yakni novel Yoru No Kouen karya
Kawakami Hiromi untuk mendeskripsikan asal unsur serapan campur kode dalam tuturan dan
tataran kebahasaan dalam novel Yoru No Kouen.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif, yaitu yang terkumpul
berupa kata-kata, bukan angka-angka (Bachri, 2010). Seperti yang diungkapkan Bogdan dan
Taylor dalam (Moleong, 2014, p. 4), metode penelitian deskriptif adalah prosedur penelitian
yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku
yang dapat diamati. Data dan sumber data dalam penelitian ini dibagi dua macam, yaitu data
primer dan data sekunder (Situmorang et al., 2010). Data primer didapat dari novel Yoru No
Kouen Karya Kawakami Hiromi, sedangkan data sekunder didapat dari buku-buku penunjang
perihal teori Sosiolinguistik dan Metodologi Penelitian. Adapun 32 data yang diperoleh
dikumpulkan dalam sebuah prosedur, yaitu studi pustaka menggunakan buku-buku penunjang
Yanti Hidayati, Marisa Kusuma W dan Yusbhi Kris Sayputra
Campur Kode dalam Novel Yoru No Kouen Karya Kawakami Hiromi (Kajian
Sosiolinguistik)
104
serta kamus yang dapat dijadikan sumber acuan, Inventarisasi dengan mengumpulkan data-
data yang sesuai pembahasan, dan triangulasi bersama native speaker untuk memeriksakan
keabsahan data. Setelah data dikumpulkan, lalu dianalisis dengan cara diklasifikasikan,
triangulasi data yang sudah diklasifikasikan dianalisis dengan menggunakan teori acuan,
kemudian disimpulkan berdasarkan hasil analisis, dan disusun ke dalam sebuah karya ilmiah
secara sistematis.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan terhadap peristiwa campur kode dalam
tuturan tokoh-tokoh novel Yoru No Kouen karya Kawakami Hiromi. Data hasil analisis
tersebut berjumlah 40 data yang kemudian direduksi menjadi 32 data, lalu diklasifikasikan
berdasarkan macam-macam campur kode menurut Jendra (2007), yaitu berdasarkan asal
unsur serapan dan berdasarkan tataran kebahasaan. Berdasarkan data hasil analisis tersebut,
ditemukan juga kecenderungan wujud campur kode dari masing-masing jenis campur kode,
yakni penggunaan gairaigo (外来語) pada campur kode berdasarkan asal unsur serapan, dan
penggunaan campur kode kata pada campur kode berdasarkan tataran kebahasaan.
Data (1)
「リリ⼦、なんだかあたし、眠くなっちゃった」春名は⽬をしばたたかせた。
“Riri Ko, nandaka atashi, nemukunacchatta,” Haruna wa me o shibatatakaseta.
‘“Riri Ko, entah kenapa aku sudah mengantuk, ya,” Haruna mengusap-usap matanya.’
ソファ
に横になったら。リリは⾔う。
Sofaa ni yoko ni nattara. Riri wa iu.
‘“Kalau begitu, ke sofa yang di sebelah sana saja,” kata Riri.’
(Hiromi, 2009, p. 21)
Pada Data (1), peristiwa campur kode terjadi pada tuturan tokoh Riri, yakni pada kata
ソファ
(sofa) yang merupakan bahasa serapan (gairaigo) dari bahasa Inggris ‘sofa’.
Menurut Gendai Kokugo Reikai Jiten dijelaskan pengertian
ソファ
(sofa), yaitu:
クッションのきいた、ゆったりとした背もたれのある長椅子
Kushon no kiita, yuttari to shita se motare no aru naga isu.
‘Kursi panjang dengan bantalan dan sandaran punggung yang nyaman.’
(Hayashi, 1993, p. 747)
Yanti Hidayati, Marisa Kusuma W dan Yusbhi Kris Sayputra
Campur Kode dalam Novel Yoru No Kouen Karya Kawakami Hiromi (Kajian
Sosiolinguistik)
105
Kata tersebut digunakan penutur untuk merepresentasikan benda atau perabot rumah
tangga yang tidak ada perbendaharan katanya dalam bahasa Jepang, sehingga penutur
menyebutnya menggunakan kata asing yang diserap ke bahasa Jepang.
Data tersebut berwujud campur kode ke luar (outer code mixing) jika dilihat berdasarkan
asal unsur serapan. Hal tersebut sesuai dengan teori campur kode bahwa campur kode ke luar
adalah campur kode yang menyerap unsur-unsur bahasa asing (Jendra, 2007, p. 168). Data
tersebut juga berwujud campur kode kata jika dilihat berdasarkan tataran kebahasaan, yakni
meishi (Nomina) (Masuoka, 1992, p. 8).
Data (2)
メ−ル
、したのに」
しばらくしてから、春名がぽつりと⾔った。幸夫は、リリと暁に背を向ける位置
に座っていた。まだリリと暁に、気づいていない。
“Meeru, shita no ni.”
Shibaraku shite kara, Haruna ga potsuri to itta. Yukio wa, Riri to Akira ni se o mukeru
ichi ni suwatte ita. Mada Riri to Akira ni, kidzuiteinai.
‘“Padahal aku baru saja mengirim pesan.”
Kata Haruna sesaat setelah itu. Yukio kemudian duduk membelakangi Riri dan Akira.
Dan Riri maupun Akira belum menyadarinya.’
(Hiromi, 2009, p. 24)
Pada Data (2), peristiwa campur kode terjadi pada tuturan tokoh Haruna, yakni pada kata
メ−ル
(meeru) yang bermakna ‘pesan singkat’.
Menurut Gendai Kokugo Reikai Jiten dijelaskan pengertian
メ−ル
(meeru), yaitu:
郵便。郵便物。『エアメール』『ダイレクトメール』
Yuubin. Yuubin mono. (eameeru) (dairekuto meeru)
‘Pos. Produk pos. (pesan udara) (pesan langsung).’
(Hayashi, 1993, p. 1236)
Kata tersebut merupakan hasil serapan (gairaigo) dari bahasa Inggris mail’ yang
bermakna ‘pos’. Namun pada penggunaannya, masyarakat Jepang menyempitkan makna dari
kata
メ−ル
(meeru) menjadi ‘pesan singkat’ sebagai akibat dari variasi bahasa.
Data tersebut berwujud campur kode ke luar (outer code mixing) jika dilihat berdasarkan
asal unsur serapan. Hal tersebut sesuai dengan teori campur kode bahwa campur kode ke luar
adalah campur kode yang menyerap unsur-unsur bahasa asing (Jendra, 2007, p. 168). Data
Yanti Hidayati, Marisa Kusuma W dan Yusbhi Kris Sayputra
Campur Kode dalam Novel Yoru No Kouen Karya Kawakami Hiromi (Kajian
Sosiolinguistik)
106
tersebut juga berwujud campur kode kata jika dilihat berdasarkan tataran kebahasaan, yakni
meishi (Nomina) (Masuoka, 1992, p. 8).
Data (3)
「ここの
ピザ
、おいしいのよ」
リリは、幸夫に向かって⾔った。
“Koko no piza, oishii no yo.”
Riri wa, Yukio ni mukatte itta.
‘“Pizza di sini enak, ya,” kata Riri dengan berbalik menatap Yukio.’
「ああ」
幸夫は答えた。
“Aa.”
Yukio wa kotaeta.
‘“Iya,” jawab Yukio.’
(Hiromi, 2009, p. 25)
Pada Data (3), peristiwa campur kode terjadi pada tuturan tokoh Riri, yakni pada kata
ピザ
(piza) merupakan kata serapan (gairaigo) dari Bahasa Italia ‘pizza’.
Menurut Gendai Kokugo Reikai Jiten dijelaskan pengertian
ピザ
(piza), yaitu:
小麦粉を練ってイーストを加えたものに、トマト、肉、チーズなどを載せ、平た
く円形に焼いたイタリア風のパイ。ピザパイ。
Komugiko o nette iisuto o kuwaeta mono ni, tomato, niku, chiizu nado o nose, harataku
enkatachi ni yaita itaria fuu no pai. Piza pai.
‘Makanan yang dibubuhi ragi yang diadoni tepung gandum, dan ditaburi keju, daging,
tomat, dan lainnya, serta dipanggang dengan bentuk lingkaran menyerupai pai khas Italia.
Pai piza.’
(Hayashi, 1993, p. 1056)
Data tersebut berwujud campur kode ke luar (outer code mixing) jika dilihat berdasarkan
asal unsur serapan. Hal tersebut sesuai dengan teori campur kode bahwa campur Kode ke
Luar adalah campur kode yang menyerap unsur-unsur bahasa asing (Jendra, 2007, p. 168).
Data tersebut juga berwujud campur kode kata jika dilihat berdasarkan tataran kebahasaan,
yakni meishi (Nomina) (Masuoka, 1992, p. 8).
Yanti Hidayati, Marisa Kusuma W dan Yusbhi Kris Sayputra
Campur Kode dalam Novel Yoru No Kouen Karya Kawakami Hiromi (Kajian
Sosiolinguistik)
107
Data (4)
昔⾒たテレビドラマの中の会話みたいだ、とリリは思う。
テレビ
の中の、夫とい
う夫は乱れかごにワイシャツを脱ぎ捨て、妻という妻は料理に落としぶたを頻⽤
していたところの、ドラマ。
Mukashi mita terebi dorama no naka no kaiwa mitai da, to Riri wa omou. Terebi no naka
no, otto to iu otto wa midarekago ni waishatsu o nugisute, tsuma to iu tsuma wa ryouri ni
otoshibuta o hinyoushite ita tokoro no, dorama.
‘Mirip percakapan di dalam drama televisi, pikir Riri. Dalam drama televisi tersebut,
sang suami mengentaskan kemejanya, lalu sang istri menyiapkan makanan.’
(Hiromi, 2009, p. 29)
Pada Data (4), peristiwa campur kode terjadi pada tuturan tokoh Riri, yakni penggunaan
kata
テレビ
(terebi). Kata tersebut merupakan kata serapan (gairaigo) dari bahasa Inggris.
Menurut Gendai Kokugo Reikai Jiten dijelaskan pengertian
テレビ
(terebi), yaitu:
「テレビジョン」の略。動く画像を電波で遠方へ送り、同時に再生する装置。
(Terebijon) no ryaku. Ugoku gazou o denpa de enpou he okuri, dou ji ni saisei suru
souchi.
‘Kependekan dari (Television). Peralatan yang diputar atau dinyalakan untuk melihat
objek bergerak dari tempat yang jauh dengan gelombang elektromagnetik.
(Hayashi, 1993, p. 878)
Data tersebut berwujud campur kode ke luar (outer code mixing) jika dilihat berdasarkan
asal unsur serapan. Hal tersebut sesuai dengan teori campur kode bahwa campur kode ke luar
adalah campur kode yang menyerap unsur-unsur bahasa asing (Jendra, 2007, p. 168). Data
tersebut juga berwujud campur kode kata jika dilihat berdasarkan tataran kebahasaan, yakni
meishi (Nomina) (Masuoka, 1992, p. 8).
Data (5)
今⽇これって、
ハンガリー
ふうの豚⾁の煮込みなのよ」リリは⾔った。
“Kyou korette, hangarii fuu no butaniku no nikomi na no yo,” Riri wa itta.
‘“Hari ini aku akan memanggang dagin babi Hungaria, ya,” kata Riri.’
「そう」幸夫は答える。打者は空振りの三振だった。
“Sou,” Yukio wa kotaeru. Dasha wa karaburi no san shin datta.
Yanti Hidayati, Marisa Kusuma W dan Yusbhi Kris Sayputra
Campur Kode dalam Novel Yoru No Kouen Karya Kawakami Hiromi (Kajian
Sosiolinguistik)
108
‘“Iya,” jawab Yukio. Sang Batter itu memukul namun meleset untuk ketiga kalinya.’
(Hiromi, 2009, p. 33)
Pada data (5), peristiwa campur kode terjadi pada tuturan tokoh Riri, yakni penggunaan
kata
ハンガリー
(hangarii) merupakan kata serapan (gairaigo) dari bahasa Inggris.
Pengertian
ハンガリー
(hangarii) menurut kamus Kokugo Jiten, yaitu:
ヨーロッパ中央部の⼈⺠共和国。
Yooroppa chuuoubu no jinminkyouwa koku.
‘Negara republik yang berada di Eropa Tengah.’
(Matsumura, 1987, p. 997)
Data tersebut berwujud campur kode ke luar (outer code mixing) jika dilihat berdasarkan
asal unsur serapan. Hal tersebut sesuai dengan teori campur kode bahwa campur kode ke luar
adalah campur kode yang menyerap unsur-unsur bahasa asing (Jendra, 2007, p. 168). Data
tersebut juga berwujud campur kode kata jika dilihat berdasarkan tataran kebahasaan, yakni
meishi (Nomina) (Masuoka, 1992, p. 8).
Data (6)
ホテル
に、いこうか」幸夫は⾔った。
“Hoteru ni, ikouka,” Yukio wa itta.
‘“Apa kita ke hotel saja?” kata Yukio.’
「え」と春名は⾔った。
“E,” to Haruna wa itta.
‘“Iya,” balas Haruna.’
「今はあまり時間がないから、夜に」
“Ima wa amari jikan ga nai kara, yoru ni.”
‘“Karena sekarang sedikit sibuk, malam saja.”’
(Hiromi, 2009, p. 56)
Pada data (6), peristiwa campur kode terjadi pada tuturan tokoh Yukio, yakni pada
penggunaan kata
ホテル
(hoteru). Kata tersebut merupakan kata serapan (gairaigo) dari
bahasa Inggris ‘hotel’.
Yanti Hidayati, Marisa Kusuma W dan Yusbhi Kris Sayputra
Campur Kode dalam Novel Yoru No Kouen Karya Kawakami Hiromi (Kajian
Sosiolinguistik)
109
Pengertian
ホテル
(hoteru) menurut kamus Gendai Kokugo Reikai Jiten, yaitu:
洋式の旅館。原則として⾷事と宿洎料⾦が別のもの。
Youshiki no ryoukan. Gensoku to shite shokuji to yado oyo ryoukin ga betsu no mono.
‘Penginapan bergaya barat yang secara khusus memiliki peraturan tersendiri perkara
makanan dan sewa kamar.’
(Hayashi, 1993, p. 1168)
Data tersebut berwujud campur kode ke luar (outer code mixing) jika dilihat berdasarkan
asal unsur serapan. Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan Jendra (2007:168)
bahwa campur kode ke luar adalah campur kode yang menyerap unsur-unsur bahasa asing.
Data tersebut juga berwujud campur kode kata jika dilihat berdasarkan tataran kebahasaan,
yakni meishi (Nomina) (Masuoka, 1992, p. 8).
Data (7)
昔⾒た
テレビドラマ
の中の会話みたいだ、とリリは思う。テレビの中の、夫とい
う夫は乱れかごにワイシャツを脱ぎ捨て、妻という妻は料理に落としぶたを頻⽤
していたところの、ドラマ。
Mukashi mita terebi dorama no naka no kaiwa mitai da, to Riri wa omou. Terebi no naka
no, otto to iu otto wa midarekago ni waishatsu o nugisute, tsuma to iu tsuma wa ryouri ni
otoshibuta o hinyoushite ita tokoro no, dorama.
‘Mirip percakapan di dalam drama televisi, pikir Riri. Dalam drama televisi tersebut,
sang suami mengentaskan kemejanya, lalu sang istri menyiapkan makanan.’
(Hiromi, 2009, p. 29)
Pada data (7), peristiwa campur kode terjadi pada tuturan tokoh Riri, yakni
Frase
テレビドラマ
(terebi dorama). Berasal dari gabungan kata
テレビ
(terebi) dan
ドラマ
(dorama).
Menurut Gendai Kokugo Reikai Jiten dijelaskan pengertian
テレビ
(terebi), yaitu:
「テレビジョン」の略。動く画像を電波で遠方へ送り、同時に再生する装置。
(Terebijon) no ryaku. Ugoku gazou o denpa de enpou he okuri, dou ji ni saisei suru
souchi.
‘Kependekan dari (Television). Peralatan yang diputar atau dinyalakan untuk melihat
objek bergerak dari tempat yang jauh dengan gelombang elektromagnetik.
(Hayashi, 1993, p. 878)
Yanti Hidayati, Marisa Kusuma W dan Yusbhi Kris Sayputra
Campur Kode dalam Novel Yoru No Kouen Karya Kawakami Hiromi (Kajian
Sosiolinguistik)
110
Sedangkan pengertian
ドラマ
(dorama) menurut kamus Gendai Kokugo Reikai Jiten,
yaitu:
演劇。劇。『テレビドラマ』『ホ−ムドラマ』
Engeki. Geki. (terebi dorama) (hoomu dorama)
‘Pertunjukan drama. Drama. (Drama televisi) (Drama keluarga)’
(Hayashi, 1993, p. 925)
テレビドラマ
(terebi dorama) merupakan kata serapan dari bahasa Inggris Television
Drama” yang bermakna ‘Drama Televisi’. Penggunaan kata bahasa Inggris ini digunakan
penutur untuk merepresentasikan tayangan drama yang diputar di televisi.
Data tersebut berwujud campur kode ke luar (outer code mixing) jika dilihat berdasarkan
asal unsur serapan. Hal tersebut sesuai dengan teori campur kode bahwa campur kode ke luar
adalah campur kode yang menyerap unsur-unsur bahasa asing (Jendra, 2007, p. 168). Data
tersebut juga berwujud campur kode frase, yakni frase nominal Hal tersebut sesuai dengan
teori frase bahwa frase nominal adalah frase endosentris yang induknya nomina (Kridalaksana
H. , 2008, p. 66).
Data (8)
昔⾒たテレビドラマの中の会話みたいだ、とリリは思う。テレビの中の、夫とい
う夫は乱れかごに
ワイシャツ
を脱ぎ捨て、妻という妻は料理に落としぶたを頻⽤
していたところの、ドラマ。
Mukashi mita terebi dorama no naka no kaiwa mitai da, to Riri wa omou. Terebi no naka
no, otto to iu otto wa midarekago ni waishatsu o nugisute, tsuma to iu tsuma wa ryouri ni
otoshibuta o hinyoushite ita tokoro no, dorama.
‘Mirip percakapan di dalam drama televisi, pikir Riri. Dalam drama televisi tersebut,
sang suami mengentaskan kemejanya, lalu sang istri menyiapkan makanan.’
(Hiromi, 2009, p. 29)
Pada Data (8), peristiwa campur kode terjadi pada tokoh Riri, yakni penggunaan Frase
ワイシャツ
(waishatsu) merupakan kata serapan (gairaigo) dari bahasa Inggris ‘white shirt’.
Menurut Gendai Kokugo Reikai Jiten dijelaskan pengertian
ワイシャツ
(waishatsu),
yaitu:
Yanti Hidayati, Marisa Kusuma W dan Yusbhi Kris Sayputra
Campur Kode dalam Novel Yoru No Kouen Karya Kawakami Hiromi (Kajian
Sosiolinguistik)
111
「⽩いシャツ」の意。男⼦が背広の下に着⽤する襟付きで袖でのあるシャツ。
(shiroi shatsu) no i. Otoko ko ga sebiro no shita ni chakuyou suru eritsuki de sode no
aru shatsu.
‘Bermakna “kemeja putih”. Kemeja berlengan dan berkerah yang dipakai sebagai
dalaman setelan jas resmi oleh laki-laki.’
(Hayashi, 1993:1353)
Data tersebut berwujud campur kode ke luar (outer code mixing) jika dilihat berdasarkan
asal unsur serapan. Hal tersebut sesuai dengan teori campur kode bahwa campur kode ke luar
adalah campur kode yang menyerap unsur-unsur bahasa asing (Jendra, 2007, p. 168). Data
tersebut juga berwujud campur kode frase, yakni frase nominal Hal tersebut sesuai dengan
teori frase bahwa frase nominal adalah frase endosentris yang induknya nomina (Kridalaksana
H. , 2008, p. 66).
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan, ditemukan 32 peristiwa dalam novel Yoru No Kouen
karya Kawakami Hiromi. Dari 32 data tersebut, ditemukan peristiwa campur kode
berdasarkan asal unsur serapan dengan jenis campur kode ke luar (outer code mixing)
sebanyak 32 data, meliputi; sekkusu, sofaa, meeru, piza, terebidorama, terebi, waishatsu,
dorama, taipu, hangarii, hoteru, ecchi, baito, suutsu, toukyou tawaa, furamingo, pinku,
piiman, roon, ankeeto, nekutai, deeto, mamareedo, biiru, bosanoba, shawaa, shokku,
paasento, kaaten, sain, kyanseru, koohii. Dari 32 data tersebut juga ditemukan campur kode
berdasarkan tataran kebahasaan dengan rincian; 1) Campur Kode Kata sebanyak 28 data,
meliputi sekkusu, sofaa, meeru, piza, terebi, dorama, taipu, hangarii, hoteru, ecchi, baito,
suutsu, furamingo, pinku, roon, nekutai, deeto, mamareedo, biiru, bosanoba, shawaa, shokku,
paasento, kaaten, sain, kyanseru, koohi; 2) Campur Kode Frasa sebanyak 4 data, meliputi
terebi dorama, waishatsu, toukyou tawaa, ankeeto.
Yanti Hidayati, Marisa Kusuma W dan Yusbhi Kris Sayputra
Campur Kode dalam Novel Yoru No Kouen Karya Kawakami Hiromi (Kajian
Sosiolinguistik)
112
REFERENSI
Asokawati, A., & Winingsih, I. (2015). Campur Kode Pada Album Donâ€
TM
T Stop Oleh Ai
Carina Uemura. LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 11(2).
Bachri, B. S. (2010). Meyakinkan validitas data melalui triangulasi pada penelitian kualitatif.
Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 46–62.
Firmansyah, B. (2016). Campur Kode dalam Narasi dan Dialog pada Novel Revolt in
Paradise Karya K’tut Tantri. Indonesian Journal of Applied Linguistics Review, 1(1), 20–
34.
Gayatri, N. L. A., Sudiana, I. N., Indriani, M. S., & Hum, M. (2016). Alih Kode Dan Campur
Kode Guru Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Negeri 4
Kubutambahan. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Undiksha, 4(2).
Hanafi, M. (2014). Kesantunan Berbahasa dalam Perspektif Sosiolinguistik. Jurnal Ilmu
Budaya, 2(2), 399–406.
Idrus, I. (2016). Gairaigo Pada Headlines Surat Kabar Online Bahasa Jepang. Jurnal Kotoba,
2, 53.
Indah, S. P., Muzammil, A. R., & Syahrani, A. (n.d.). CAMPUR KODE DIALOG ANTAR
TOKOH DALAM NOVEL JARAK ANTARBINTANG KARYA NAIMMAH NUR
AINI. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 10(10).
Lestari, T. P., & Abdul Majid, S. E. (2022). Mengenal Produk Wellness (Toga, Jamu, dan
Lulur Herbal). Rizmedia Pustaka Indonesia.
Nurfirdaus, N., & Risnawati, R. (2019). Studi tentang pembentukan kebiasaan dan perilaku
sosial siswa (Studi Kasus di SDN 1 Windujanten). Jurnal Lensa Pendas, 4(1), 36–46.
Perwitasari, M. E., & Hendariningrum, R. (2014). Analisis wacana kritis feodalisme dan
diskriminasi perempuan Jawa dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer.
Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(3), 212–227.
Pratiwi, Y. G., Sudjianto, S., & Karyati, A. (2020). Analisis Makna Kata Jatuh dalam Bahasa
Jepang dan Perbandingannya dalam Bahasa Sunda. IDEA: Jurnal Studi Jepang, 2(2),
17–26.
Riyana, H. (2012). Proses Kreatif Dinda Natasya dalam Dialog Cinta Oase Samudra Biru:
Sebuah Pendekatan Ekspresif.
Rohman, S., & Wicaksono, A. (2018). Tentang sastra: Orkestrasi teori dan pembelajarannya.
Garudhawaca.
Sagita, K. M. (2019). Pengembangan Sosiolinguistik dalam Pengajaran Bahasa (secara
Teoritis dan Penerapan) Bagi Mahasiswa Pendidikan Bahasa. Jurnal Sains Riset, 9(2),
49–57.
Yanti Hidayati, Marisa Kusuma W dan Yusbhi Kris Sayputra
Campur Kode dalam Novel Yoru No Kouen Karya Kawakami Hiromi (Kajian
Sosiolinguistik)
113
Situmorang, S. H., Muda, I., Doli, M., & Fadli, F. S. (2010). Analisis data untuk riset
manajemen dan bisnis. USUpress.
Sukmana, S. F., & Dewi, D. A. (2021). Pengimplementasian Nilai Pancasila dalam Kehidupan
Sosial dan Budaya di Indonesia. EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and
Counseling, 3(1), 128–134.