NIJI
Jurnal Kajian Sastra, Budaya, Pendidikan dan Bahasa Jepang
Vol. 2, No. 2, Juli 2020, p-ISSN 2355-889X
https://doi.org/10.18510/jt.2021.xxx
http://jurnal.stibainvada.ac.id/
114
METODE PQRST UNTUK MEMPERKUAT PEMAHAMAN BUDAYA DAN
KEARIFAN LOKAL PADA PEMBELAJARAN DOKKAI CHUKYU ZENHAN
Dwi Puji Asrini
Universitas Negeri Semarang
Riwayat Artikel:
Diterima April 2020;
Direvisi Juni 2020;
Diterima Juli 2020.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan 1) menerapkan metode yang digunakan pada mata kuliah Dokkai
Chukyu Zenhan, mendesain metode untuk digunakan pada pembelajaran Dokkai Chukyu
Zenhan guna memperkuat pemahaman budaya dan kearifan lokal mahasiswa. (2) mengetahui
kelayakan metode pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
(3) mengetahui efektivitas penggunaan metode pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan guna
memperkuat pemahaman budaya dan kearifan lokal mahasiswa. Meningkatkan pemahaman
isi teks bacaan dan memperkuat pengetahuan budaya dan kearifan lokal dilakukan dengan
menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yakni menggunakan metode
PQRST. Tiap tahapan yang ada dalam metode PQRST dikembangkan dan disesuikan dengan
tujuan pembelajaran pada tiap bab, yakni memahami isi bacaan yang sarat dengan muatan
budaya Jepang, kemudian mengembangkan materi pembelajaran dengan mengaitkan budaya
dan kearifan lokal yang ada di Indonesia. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan
PPT. Tahap pengujian dilakukan terhadap kelayakan produk sebagai metode pembelajaran.
Validasi dilakukan kepada dosen ahli materi, ahli metode pembelajaran untuk mendapatkan
masukan mengenai kelayakan metode dari segi materi maupun media. Pengujian kelayakan
dilakukan dengan metode kuesioner kepada mahasiswa. Metode yang digunakan untuk
menganailisis data dengan teknik deskriptif kuantitatif, diungkapkan dalam distributor skor
dan kategori skala penilaian yang telah ditentukan. Pengujian efektivitas metode pembelajaran
menggunakan metode pre-test dan post-test dengan bentuk tes tertulis. Metode yang
digunakan untuk menganalisis data efektivitas menggunakan t-test dua sampel berkorelasi.
Berdasarkan hasil pengujian, metode PQRST dapat digunakan sebagai metode dalam
pengajaran Dokkai Chukyu Zenhan guna memperkuat pemahan isi teks dan memperkuat
pemahaman dan pengetahuan budaya dan kearifan lokal yang ada di Indonesia.
Kata kunci: Metode PQRST, Budaya dan Kearifan Lokal, Dokkai Chukyu Zenhan
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
115
PENDAHULUAN
Mempelajari bahasa asing pada hakekatnya tidak hanya mempelajari struktur atau pola
kalimatnya saja (Suyitno, 2014), akan tetapi harus juga mempelajari budaya masyarakatnya
(A’yuni et al., 2019). Kelemahan para pembelajar bahasa asing yang mempelajari bahasa
tertentu maka akan cenderung bersikap seperti masyarakat penutur bahasa yang dipelajari
(Mansyur, 2018). Seperti kasus yang terjadi pada mahasiswa prodi pendidikan bahasa Jepang
UNNES. Mahasiswa cenderung berpenampilan dan bersikap seperti orang Jepang (Oktifuadi,
2012). Selain itu mahasiswa juga lebih paham cerita rakyat dan dongen yang hidup dan
berkembang pada masyarakat Jepang (Wiradharma et al., 2020). Untuk beberapa hal yang
memberikan dampak positif bagi mahasiswa (Adi et al., 2021), misalnya dengan memahami
budaya Jepang maka mahasiswa menjadi lebih bersikap disiplin (Mulyadi, 2014), menghargai
waktu, menghormati sesama, hal ini tidak menimbulkan permasalahan (Sujatnika, 2021).
Namun dengan meningkatnya pemahaman terhadap budaya Jepang (Janti, 2020), tidak
diiringi dengan meningkatnya pula pemahaman terhadap budaya dan kearifan lokal Indonesia
(Labudasari & Rochmah, 2020). Bahkan dari 20 mahasiswa yang sudah pernah pergi ke
Jepang, mengatakan bahwa kesulitan mereka ketika berada di Jepang bukan bahasanya
(Rahayu, 2018a), namun ketika ditanya “Indonesia negara yang seperti apa dan bagaimana
masyarakatnya?”
Dalam proses pembelajaran bahasa Jepang, ada beberapa mata kuliah memberikan
pengetahuan mengenai budaya masyarakat Jepang (Diner, 2014), seperti dokkai (menyimak) .
Mata kuliah dokkai merupakan mata kuliah berjenjang yang ditempuh mahasiswa pada
semester satu sampai dengan semester enam. Mata kuliah Dokkai Chukyu Zenhan merupakan
mata kuliah membaca yang diberikan pada semester empat (Nugraha, 2017). Menurut Carrel
dalam (Sumarwati&Purwadi, 2010, p. 4) , membaca sebenarnya adalah memahami ide
gagasan yang tersurat maupun tersirat dari suatu bacaan (Haryadi, 2020). Jadi, proses
membaca sebenarnya menuju pada pemahaman atau bisa dikatakan pula bahwa tujuan utama
dari kegiatan membaca adalah memperoleh pemahaman (Tantri, 2017). Pada mata kuliah
dokkai mahasiswa dituntut untuk bisa memahami isi bacaaan yang tiap materi memuat
pengetahuan tentang budaya masyarakat Jepang (Rahayu, 2018b). Guna mengimbangi
pengetahuan budaya Jepang yang diterima mahasiswa dengan pengetahuan terhadap budaya
dan kearifan lokal Indonesia (Amirullah & Ridwan, 2021), maka diperlukan inovasi untuk
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
116
mengembangkan metode pembelajaran dalam menyampaikan materi pada mata kuliah Dokkai
Chukyu Zenhan.
Metode pembelajaran merupakan salah satu komponen yang mempunyai peranan
penting dalam pembelajaran. Metode secara harfiah berarti “cara”. Sehingga metode dapat
diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu
(Sutikno, 2014) . Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang
dalam mengimplementasikan metode secara spesifik (Komalasari, 2010). Metode
pembelajaran merupakan cara, dalam hal ini merupakan cara yang dipakai oleh pengajar
untuk menyampaikan materi supaya mahasiswa memahami isi bacaan dengan baik. Salah satu
metode yang dipaki dalam pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan adalah metode PQRST.
Metode PQRST merupakan metode membaca buku untuk keperluan belajar (study) yang
memiliki lima tahap, yaitu preview (pratinjau), question (pertanyaan), read (membaca), tes
dan summerize (Meringkas) (Sudarman, 2009).
Langkah-langkah penerapan metode PQRST menurut Sumawarti dalam (Hidayah,
2014) adalah sebagai berikut: (1) siswa dipandu oleh pengajar melakukan peninjauan; (2)
siswa dipandu guru merumuskan pertanyaan dengan cara mengubah judul/sub judul dan
bagian- bagian penting yang ditemukan saat peninjauan menjadi kalimat pertanyaan; (3)
siswa diminta membaca secara aktif dan saksama dengan cara memperhatikan pertanyaan
yang telah dirumuskan, gambar, rangkuman sebagai panduan dalam mengatur fokus
perhatian, menandai ide pokok tiap paragraf, menangkap ide bacaan, dan menghentikan
gerakan mata sesaat hanya pada bagian penting dalam bacaan; (4) siswa diminta menyatakan
secara ringkas isi bacaan dengan kata-kata sendiri, baik dalam hati maupun dengan bersuara
dengan cara menjawab pertanyaan yang dirumuskan pada awal kegiatan atau menjelaskan
topik utama dan gambar yang ada; dan (5) siswa merespons soal-soal bacaan yang disediakan
guru, baik secara lisan, tulis, maupun praktik untuk mengukur tingkat pemahamannya.
Dengan mengembangkan metode PQRTS pada beberapa tahapanya, mahasiswa
diharapkan mampu memahami isi bacaan dengan baik. Pada tahapan hatten (pengembangan)
akan diberikan materi tentang budaya dan kearifan lokal indonesia, yang disesuaikan dengan
tema budaya Jepang yang ada dalam isi bacaan, sehingga mahasiswa juga menjadi tahu dan
paham mengenai budaya dan kearifan lokal Indonesia.
Kebudayaan dengan kata dasar budaya berasal dari bahasa sansakerta ”buddhayah”,
yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Jadi Koentjaraningrat
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
117
mendefinisikan budaya sebagai “daya budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan
kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa itu (Koentjaraningrat, 2000) . Menurut
Geertz dalam (Rasid, 2014) kebudayaan adalah pola dari pengertian atau makna yang terjalin
secara menyeluruh dalam simbol yang ditransmisikan secara historis, suatu sistem mengenai
konsepsi yang diwariskan dalam bentuk simbolik yang dengan cara tersebut manusia
berkomunikasi, melestarikan, dan mengembangkan pengetahuan dan sikap mereka terhadap
kehidupan”. Nilai-nilai budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi,
sikap, tingkah laku, kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan menjadi
kerangka acuan dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat). Sementara itu kearifan lokal
dapat dimakanai sebagai jawaban kreatif terhadap situasi geografis-politis, historis, dan
situasional yang bersifat local (Permana&Eka, 2010). Kearifan lokal juga dapat diartikan
sebagai pandangan hidup dan pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud
aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam
pemenuhan kebutuhan mereka (Ahimsa, 2009).
Penelitian terdahulu tentang penggunaan metode PQRST dalam pembelajaran
dilakukan oleh Nurul Hidayah N dan kawan-kawan pada tahun (2014), dengan judul
Penerapan Metode PQRST Untuk Meningkatkan Minat Dan Kemampuan Pemahaman
Siswa. Penelitian ini tentang bagaimana meningkatkan minat dan kemampuan membaca
dengan menerapkan metode PQRST. Melalui penerapan metode PQRST diketahui terdapat
peningkatan minat membaca pemahaman siswa dari siklus ke siklus. Selain itu, Astari, P.A.W
dan kawan-kawan (2012) juga melakukan penelitian mengenai penerapan metode PQRST
dalam pembelajaran dengan judul “Penggunaan Metode Membaca PQRST Untuk
Meningkatkan Kemampuan Merangkum Teks Bacaan Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 3
Singaraja”. Dengan menerapkan metode PQRST maka kemampuan siswa merangkum teks
bacaan menjadi meningkat dan hasil belajar siswa juga menjadi meningkat (Astari, 2014).
Berdasarkan tinjauan pustaka tersebut di atas, artikel tentang pengembangan metode
PQRST untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan budaya dan karifan lokal dalam
pembelajaran dokkai belum dituliskan sebelumnya. Pada artikel ini akan ditulis langkah
pembelajaran dokkai chukyu zenhan dengan menggunakan metode PQRST dan
keefektifan
desain pengembangan metode pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan guna meningkatkan
kemampuan membaca dan memahami budaya dan kearifan lokal pada mahasiswa Program
Studi Pendidikan bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang.
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
118
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian dan pendekatan penelitian yang dilakukan untuk meningkatkan
kemampuan memahami isi wacana melalui media pada pembelajaran dokkai mahasiswa
semester empat Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES adalah penelitian tindakan kelas
(PTK). Ada beberapa ahli yang mengemukakan beberapa model penelitian tindakan dengan
yang berbeda, namun secara garis besar terdapat empat tahap yang lazim dilalui yaitu (1)
perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi (Sanjaya, 2010) . Ciri utama
dari penelitian tindakan kelas adalah tujuannya untuk memperoleh penemuan yang signifikan
secara operasional, sehingga dapat digunakan ketika kebijakan dilaksanakan. PTK dilakukan
dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas pembelajaran (Suharsimi,
2006) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini direncanakan sampai siklus ke-2, setiap siklus
terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek
penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri
Semarang semester empat. Subjek penelitian dipilih secara acak dengan pertimbangan bahwa
subjek adalah mahasiswa semester empat program studi pendidikan bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang, dan subjek sedang mengambil mata kuliah Dokkai Chukyu
Zenhan. Data yang dibutuhkan dikumpulkan dengan teknik kuesioner dan wawancara.
Kuesioner model tertutup diberikan pada responden mahasiswa untuk mendapatkan data-data
yang diperlukan untuk penyusunan desain pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan sesuai
analisis kebutuhan mahasiswa. Sedangkan wawancara bebas dilakukan terhadap beberapa
mahasiswa untuk mendapatkan informasi seluas-luasnya yang dibutuhkan dalam penelitian
ini.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dan kualitatif.
1) Data hasil kuesioner dihitung secara statistik, kemudian dianalisis secara kualitatif.
Penilaian hasil angket disesuaikan dengan tabel berikut:
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
119
Tabel 1. Kriteria Penilaian Kuesioner
Nilai
Kriteria
5.00 - 4.50
Sangat baik
4.00 - 3.51
Baik
3.50 - 2.60
Cukup
2.59 - 1.70
Kurang
1.69 - 1.00
Sangat Kurang
2) Data wawancara ditabulasi, dihitung secara statistik, dikategorisasi, kemudian dianalisis
secara kualitatif.
Data hasil observasi yang berupa check list digunakan untuk memperkuat data hasil
kegiatan belajar mengajar dan peningkatan perilaku mahasiswa, Check list berisi seperangkat
butir soal yang mencerminkan rangkaian tindakan/perbuatan yang harus muncul saat
pelaksanaan. Hasil observasi dijelaskan secara deskriptif kualitatif. Jika masih terdapat
banyak kekurangan dan kendala, maka peneliti melakukan revisi pada desain model
pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi mahasiswa.
Selain itu juga menggunakan tiga proses analisis data yang saling berhubungan yaitu
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Reduksi data melalui
penyeleksian dan pemadatan data, lalu dikode dan dikelompokkan. Penyajian data dengan
cara menampilkan data-data kualitatif dan statistik dalam bentuk gabungan informasi dan
ringkasan terstruktur sehingga memungkinkan untuk dilakukannya penarikan kesimpulan.
Proses selanjutnya, yaitu penarikan kesimpulan dan melakukan verivikasi data mencakup
proses penafsiran, pemaknaan data dan pengujian data. Hal ini perlu dilakukan apabila
ditemukan data-data baru akan terus dilakukan revisi data sehingga data selalu valid dan
kesimpulan yang diambil bisa tepat tujuan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan prosedur penelitian yang dilakukan dengan menggunakan penelitian
tindakan kelas, maka prosedur penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan (Menentukan rencana pembelajaran, subyek penelitian dan alokasi waktu
dan pelaksanaannya)
b. Tindakan (Meliputi seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan
metode PQRST)
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
120
c. Observasi (Dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran, meliputi
aktivitas mahasiswa dan hasil belajar mahasiswa)
d. Refleksi (Kegiatan analisis tes sekaligus menyusun rencana perbaikan pada siklus
berikutnya).
Siklus 1
a.
Perencanaan
Hasil mid semester yang kurang baik, maka pengajar memikirkan beberapa hal untuk
memperbaikinya dan menyusun rencana pembelajaran. Berdasarkan obsevasi dan penggalian
masalah serta analisis kebutuhan, terdapat pendapat mahasiswa yaitu mahasiswa memerlukan
metode yang lain dalam proses pembelajaran. Selama ini pengajar menggunakan metode
konvensional dengan berasumsi bahwa pada pembelajaran membaca pada umumnya sama
dengan menerjemahkan bacaan. Sehingga pada proses belajar mahasiswa hanya diminta
membaca teks dalam bahasa Jepang, kemudian diminta untuk menerjemahkan teks bacaan
tersebut dalam bahasa Indonesia. Selain itu pengajar hanya menyampaikan materi dokkai
sesuai dengan tema yang semuanya berisikan kebudayaan Jepang, dan tidak sedikitpun
menyinggung atau mengaitkan dengan budaya dan kearifan lokal indonesia, sedangkan
muatan budaya Jepang dalam bacaan ada juga dalam budaya dan kearifan lokal Indonesia.
Berdasarkan pengamatan dan pendapat mahasiswa, pengajar menggunakan metode yang
dapat membantu memudahkan mahasiswa dalam memahami teks bacaan dan juga dalam
menguatkan pengetahuan budaya dan kearifan lokal Indonesia.
b.
Tindakan
Tahap ini, pengajar menggunakan metode PQRST dan mecoba mengembangkan
sesuai dengan kebutuhan di dalam kelas.
Tahapan Preview
Pengajar menggunakan PPT untuk melakukan tahapan preview (pratinjau) atau dalam
bahasa Jepang disebut dengan donyu. Pada tahapan ini pengajar memperlihatkan gambar,
melakukan tanya jawab kepada mahasiswa mengenai gambar yang diperlihatakan. Pengajar
menggunakan PPT untuk menarik perhatian dan mempermudah memperoleh gambaran tema
yang akan dipelajari. Di bawah ini dalah contoh PPT yang digunakan.
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
121
Gambar 1. Gambar PPT yang digunakan dalam pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
1 Tahapan Question
Pada tahapan question, pengajar memberikan pertanyaan seputar tema yang akan
dibaca. Namun sebelum pertanyaan diberikan, pengajar terlebih dahulu memperkenalkan
kosakata baru dan pola kalimat yang muncul pada teks bacaan. Kosakata baru dan pola
kalimat baru yang muncul dalam bacaan dikenalkan dengan cara mengucapkan bersama dan
meberikan contoh penggunaanya dalam kalimat bahasa Jepang. Berikut adalah contoh media
yang digunakan.
Tahapan berikutnya yaitu membuat pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan. Beberapa
pertanyaan disampaikan sebelum membaca teks, dengan tujuan supaya mahasiswa menjadi lebih fokus
ketika membaca, sehingga bisa mendapatkan informasi yang lebih mendalam dari bacaan. Berikut
adalah contoh soal utuk tema 自分の紹介(私の国の文字ひらがな)
1) 次の漢字の読み方を書いてください。
種類 来ました
中国 ⽇本語
意味 作りたい
表します( 3世紀
じどうはんばいき ⾃動販売機 Mesin penjual otomatis かみコープ 紙コープ Gelas kertas
こおり ES batu すうじ 数字 Angka
_なし Tidak ada そのた その他 Lain-lain
ちょうせつします 調節します Mengatur ごうけい 合計 Jumlah
ふやします 増やします Menambah (_を_) ココア Kokoa
じゅう −中 Sepanjang_
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
122
2) パターンは、(a)(b(c)のどれですか。
例:(a)漢字は、中国の文字です。
ひらがなとカタカナは、音だけを表します。
大昔、日本に文字はありませんでした。
始めはひらがなは女の人だけが使いました。
紫式部の『源氏物語』が一番有名です。
1)
下にある質問を答えてください。
日本には、どんな文字がありますか。インドネシアにはどんな文字がありますか。
ひらがなとかたかなは
意味を表しますか。インドネシアにある文字は意味を表しますか。
漢字
いつごろ、どこから、日本に来ましたか。誰が使いますか。いままだ使っていますか。
ひらがなは中国人が作りましたか。ジャワの文字誰が作りましたか。
スンダの文字誰が作りましたかバリの文字など誰が作りましたか
%%%%%
ひらがなはいつごろ、出来ましたか。ジャワの文字がいつごろ出来ましたか。スンダの文
字がいつごろ出来ましたか。バリの文字がいつごろ出来ましたか。
Tahap Reading
Pada tahapan reading pengajara membagikan lembaran teks bacaan, kemudian
meminta mahasiswa untuk membaca teks sendiri sendiri, untuk kemudian mengisi soal yang
telah diberitahukan sebelumnya. Berikut adalah contoh teks bacaan.
Gambar 2. Tahapan Summerize
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
123
Gambar 3. Contoh Teks Bacaan
Setelah mahasiswa membaca teks secara individu dan mengisi soal, maka tahapan
selanjutan adalah summerize. Pada tahapan ini mahasiswa diminta untuk meringkas bacaan,
dengan variasi teknik berkelompok maupun individu. Kemudian meminta salah satu
kelompok atau mahasiswa untuk membaca hasil ringkasannya. Ringkasan yang dimaksudkan
adalah ringkasan dalam bahasa Jepang.
Tahap membaca nyaring dan mengkonfirmasi isi bacaan
Tahapan ini merupakan pengembangan yang dilakukan oleh pengajar dengan
mempertimbangkan bahwa tahapan membaca nyaring dan mengkonfirmasi isi bacaan perlu
dilakukan untuk mengetahui kemempuan mahasiswa dalam membaca nyaring, antara lain
untuk mengetahui pelafalan, penjedaan, kemampuan membaca kanji dan sebagainya. pada
tahapan ini pengajar meminta salah seorang mahasiswa untuk membaca dengan nyaring, pada
saat ini juga pengajar sambil mengkonfirmasi isi bacaan dengan menanyakan (apa), どこ
(di mana), (siapa), いつ (kapan), どうして(mengapa).
2 Tahapan membahas budaya dan kearifan lokal sesuai dengan tema bacaan
Pada tahapan ini, pengajar menggali informasi dari mahasiswa mengenai budaya dan
kearifan lokal yang berkaitan dengan tema pada bacaan. Budaya dan kearifan yang sama atau
yang hampir sama dengan tema yang dipelajari dibahas bersama-sama, sehingga mahasiswa
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
124
yang belum tahu atau kurang tahu bisa mendapatkan informasi di dalam kelas. Latar belakang
daerah asal yang berbeda membuat informasi yang didapat mengenai budaya dan kearifan
lokal menjadi beragam, sehingga mahasiswa mendapatkan banyak informasi mengenai
budaya dan kearifan lokal dari beberapa daerah di Indonesia. Point penting mengenai budaya
dan kearifan lokal yang dibahas bersama yaitu: 1) Nama budaya dan kearifan lokal yang ada
di Indonesia, 2) Bentuk budaya dan kearifan lokal yang ada di Indonesia, dan 3) Tempat
budaya dan kearifan lokal berkembang dan dilaksanakan oleh penduduk daerah yang ada di
Indonesia.
3 Tahapan Tes
Tahapan yang terakhir adalah tahapan tes. Tes diberikan untuk mengukur tingkat pemahaman
mahasiswa terhadap isi bacaan dan terhadap budaya dan kearifan lokal yang berkaitan dengan tema
bacaan yang telah dipelajari. Dibawah ini adalah tes yang diberikan.
1. 下にある質問に答えてください。
a. 日本には、どんな文字がありますか。インドネシアはどんな文字がありますか。〔ジャワ、ス
ンダ、バリなど〕
b. ひらがなとかたかなは 意味をしまか。インドネシアにある文字は意味を表しますか。
ャワ、スンダ、バリなど〕
c. 漢字 いつごろ、どこから、日本に来ましたか。誰が使いますか。いままだ使っていますか。
d. ひらがなは中国人が作りましたか。ジャワの文字誰が作りましたか。スンダの文字誰が
作りました か。バリの文字など誰が作りましたか
e. ひらがなはいつごろ、出来ましたか。ジャワの文字がいつごろで来ましたか。スンダの文字がい
つごろで来ましたか。バリの文字がいつごろで来ましたか。
f. どうしてインドネシアには文字がたくさんありますか。
g. 今までまだ使っていますか。どうしてまだ使っていますか。
h. ジャワーの文字やバリの文字などはどうして今使っていませんか
Setelah mengerjakan soal, maka tahapan berikutnya adalah mengecek soal bersama sama.
Pada saat mengecek soal bersam-sama, pengajar tidak hanya menanyakan jawaban betulnya
saja, namun juga menanyakan alasan dan jawaban mahasiswa. Kemudian menggali informasi
mengenai budaya dan kearifa lokal yang ada di Indonesia.
c.
Observasi
Pada tahap ini, pengajar mengamati perilaku mahasiswa dan mengamati mahasiswa
ketika melaksanakan kegiatan membaca dan menjawab pertanyaan yang diberikan.
d.
Refleksi
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
125
Tahap ini pengajar menganalisa tes yang telah diberikan kepada mahasiswa dan
memperoleh data bahwa ada beberapa mahasiswa yang nilainya di bawah nilai ketuntasan 70.
Selain itu, pengajar mengamati perilaku mahasiswa. Dari hasil pengamatan ditemukan bahwa:
(1) mahasiswa masih sulit dalam menjawab soal yang yang berkaitan dengan isi bacaan, (2)
mahasiswa masih sulit dalam menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan budaya Indonesia
yang sesuai dengan tema bacaan. Pengajar berupaya memberikan penguatan dan
menginformasikan kembali mengenai budaya dan kearifan lokal yang berkaitan dengan
budaya Jepang sesuai dengan tema yang dipelajari.
A. Pembahasan
Di bawah ini adalah tabel yang menunjukkan hasil tes pertama setelah pembelajaran
dengan menggunakan metode PQRST.
Tabel 2. Hasil Pembelajaran Sebelum Mendapat Perlakuan
Mahasiswa
Nilai
Keterangan
1
74.7
Tuntas
2
73.4
Tuntas
3
85.0
Tuntas
4
78.7
Tuntas
5
80.1
Tuntas
6
45.5
Belum tuntas
7
92.5
Tuntas
8
84.8
Tuntas
9
77.2
Tuntas
10
68.6
Belum tuntas
11
80.5
Tuntas
12
93.5
Tuntas
13
79.6
Tuntas
14
86.4
Tuntas
15
75.5
Tuntas
16
76.6
Tuntas
17
87.0
Tuntas
18
58.4
Belum tuntas
19
79.0
Tuntas
20
75.1
Tuntas
21
64.8
Belum tuntas
22
69.2
Belum tuntas
23
45.6
Belum tuntas
24
58.9
Belum tuntas
25
77.6
Tuntas
26
51.8
Belum tuntas
27
64.6
Belum tuntas
28
68.5
Belum tuntas
29
68.0
Belum tuntas
30
73.5
Belum
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
126
Mengingat nilai ketuntasan yang ditentukan oleh pengajar adalah 70, maka dari hasil tes
pertama ada 11 mahasiswa yang memperoleh nilai belum tuntas. Sehingga pengajar
memutuskan untuk melanjutkan ke siklus 2.
Siklus 2
a.
Perencanaan
Melihat hasil tes pertama yang masih menunjukkan adanya mahasiswa yang belum
tuntas, dalam tahap ini pengajar kembali menyusun rencana pembelajaran dengan
menggunakan metode PQRST yang disesuaikan dengan kebutuhan di kelas.
b.
Tindakan
Pada tahap ini, pengajar menggunakan metode PQRST dalam proses pembelajaran
dokkai chukyu zenhan. Setelah itu, pengajar kembali mengadakan tes untuk mengukur
kemampuan siswa.
c.
Observasi
Tahap ini, pengajar mengamati perilaku mahasiswa dan mengamati proses mahasiswa
dalam memahami bacaan dan menjawab soal.
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
127
Tabel 3. Hasil Pembelajaran Setelah Menerapkan Metode PQRST
Mahasiswa
Nilai
Keterangan
1
80.4
Tuntas
2
75.0
Tuntas
3
865.1
Tuntas
4
76.7
Tuntas
5
80.4
Tuntas
6
71.2
Tuntas
7
95.2
Tuntas
8
84.1
Tuntas
9
76.8
Tuntas
10
78.8
Tuntas
11
80.5
Tuntas
12
91.5
Tuntas
13
79.6
Tuntas
14
86.0
Tuntas
15
75.0
Tuntas
16
79.5
Tuntas
17
85.0
Tuntas
18
77.6
Tuntas
19
78.2
Tuntas
20
76.7
Tuntas
21
77.8
Tuntas
22
86.0
Tuntas
23
80.4
Tuntas
24
74.3
Tuntas
25
76.8
Tuntas
26
88.0
Tuntas
27
85.1
Tuntas
28
75.0
Tuntas
29
76.7
Tuntas
30
74.8
Tuntas
31
71.2
Tuntas
32
80.5
Tuntas
d.
Refleksi
Tahap ini, pengajar menganalisa hasil tes dan pembelajaran yang telah dilakukan.
Berdasarkan hasil tes ditemukan ada peningkatan hasil belajar daripada sebelumnya. Semua
mahasiswa memperoleh nilai ketuntasan. Oleh karena itu, pengajar membuat kesimpulan dan
mengakhiri penelitian.
Tabel 3 merupakan hasil tes kedua yang dilakukan setelah mahasiswa selesai
mendapatkan tindakan yaitu pembelajaran dokkai chukyu zenhan melalui pengembangan
metode PQRST guna meningkatan pemahaman isi bacaan dan memperkuat pengetahuan
mengenai budaya dan kearifan lokal mahasiswa.
Berdasarkan tabel 3, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar
mahasiswa pada pembelajaran dokkai chukyu zenhan dengan menggunakan metode PQRST.
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
128
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa belajar membaca
bahasa Jepang dengan menggunakan metode PQRST pada mata kuliah Dokkai Chukyu
Zenhan dapat meningkatkan hasil belajar dokkai. Selain itu, mahasiswa juga menjadi lebih
mengenal, memahami, dan lebih percaya diri ketika berbicara mengenai budaya dan kearifan
lokal. Pembelajaran juga menjadi menyenangkan dan meningkatkan keaktifan mahasiswa.
Hal tersebut dibuktikan dengan nilai mahasiswa yang meningkat setelah menggunakan
metode PQRST. Silkus pertama masih ada beberapa mahasiswa yang mendapat nilai dibawah
ketuntasan, namun setelah siklus ke dua mengalami peningkatan pada nilai tes.
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
129
REFERENSI
Adi, N. N. S., Oka, D. N., & Wati, N. M. S. (2021). Dampak Positif dan Negatif Pembelajaran
Jarak Jauh di Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Imiah Pendidikan Dan Pembelajaran,
5(1), 43–48.
Amirullah, A., & Ridwan, M. (2021). Interpretasi Kawasan Adat Karampuang Kabupaten
Sinjai sebagai Suplemen Ajar Mata Kuliah Ragam Budaya Lokal. Jurnal Praksis Dan
Dedikasi Sosial (JPDS), 4(2), 69–78.
A’yuni, B. M., Indahsari, L. K. N., & Fuadiyah, N. N. (2019). Buku Ajar Arabiyah Baina
Yadaik Sebagai Solusi Kreatif Mempelajari Budaya Arab Di Lingkungan Pondok
Pesantren Salaf. Semnasbama, 3, 436–451.
Diner, L. (2014). Pemanfaatan Sumber Belajar untuk Meningkatkan Motivasi Pembelajaran
Budaya Jepang. Lingua, 10(1).
Haryadi, R. N. (2020). Pengaruh Pengaruh Kebiasaan Membaca Terhadap Kemampuan
Berbicara Bahasa Inggris Sma Negeri 99 Jakarta. Jurnal Manajemen Bisnis Dan
Keuangan, 1(2), 14–30.
Janti, I. S. (2020). Peran Omotenashi Dalam Meningkatkan Makanan Halal Di Jepang. Jurnal
Sosiologi Reflektif, 14(2), 389–406.
Labudasari, E., & Rochmah, E. (2020). Literasi Bencana Di Sekolah: Sebagai Edukasi Untuk
Meningkatkan Pemahaman Kebencanaan. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-
An, 16(1).
Mansyur, U. (2018). Sikap bahasa dan pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi.
Mulyadi, B. (2014). Model pendidikan karakter dalam masyarakat Jepang. Jurnal Izumi, 3(1),
69–80.
Nugraha, A. P. (2017). TheEffect of Students Choukai Shochukyuu Capability PBJ UNNES
on Value of Test Choukai Nouryokushiken N4. Chie, 5(1), 1–5.
Oktifuadi, K. (2012). Internalisasi nilai-nilai religiusitas dan kedisiplinan siswa di SMK
Negeri Jawa Tengah Kota Semarang. Skripsi,(Semarang: UIN Walisongo, 2018).
Rahayu, N. (2018a). Pengenalan Budaya Jepang Melalui Permainan Manna Sugoroku Bagi
Pembelajar Bahasa Jepang Tingkat Dasar. Jurnal Pendidikan, 9(1), 1–15.
Rahayu, N. (2018b). Pengenalan Budaya Jepang Melalui Permainan Manna Sugoroku Bagi
Pembelajar Bahasa Jepang Tingkat Dasar. Jurnal Pendidikan, 9(1), 1–15.
Sujatnika, D. A. (2021). Etika Mencari Ilmu dalam Presfektif Pemikiran Syekh Nawawi Al-
Bantani. Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 2(1), 13–28.
Dwi Puji Asrini
Metode PQRST untuk Memperkuat Pemahaman Budaya Dan Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Dokkai Chukyu Zenhan
130
Suyitno, I. (2014). Pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA)
berdasarkan hasil analisis kebutuhan belajar. Wacana, Journal of the Humanities of
Indonesia, 9(1).
Tantri, A. A. S. (2017). Hubungan antara Kebiasaan Membaca dan Penguasaan Kosakata
dengan Kemampuan Membaca Pemahaman. ACARYA PUSTAKA: Jurnal Ilmiah
Perpustakaan Dan Informasi, 2(1).
Wiradharma, G., Fatonah, K., & Mahmudah, D. (2020). Dekonstruksi Cerita Rakyat
Indonesia dalam Iklan Televisi. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 24(2), 137–152.