NIJI
Jurnal Kajian Sastra, Budaya, Pendidikan dan Bahasa Jepang
Vol. 3, No. 2, Juli 2021, p-ISSN 2355-889X
https://doi.org/10.18510/jt.2021.xxx
http://jurnal.stibainvada.ac.id/
67
KANJI JUKUGO DALAM POSTINGAN PROMOSI LAGU
PADA AKUN TWITTER @SOMASTAFF
Citra Dewi
Institut Pendidikan dan Bahasa (IPB) Invada Cirebon
Septi Ayu M.
Institut Pendidikan dan Bahasa (IPB) Invada Cirebon
Rizkah Hijriyah
Institut Pendidikan dan Bahasa (IPB) Invada Cirebon
Riwayat Artikel:
Diterima Mei 2021;
Direvisi Juni 2021;
Diterima Juli 2021.
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan struktur pembentuk kanji jukugo yaitu jenis
kata yang terdiri dari Nomina, Verba, maupun Adjektiva pada setiap morfem atau kanji
tunggal pembentuk kanji jukugo tersebut. Sumber data penelitian ini berupa postingan
promosi lagu dalam akun Twitter @somastaff dengan datanya yaitu niji jukugo ‘gabungan
kanji yang terdiri dari dua kanji’. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif
yang digunakan untuk mendeskripsikan hasil penelitian data, melalui beberapa tahap proses
dalam memperoleh data dengan menerapkan metode simak bebas libat cakap Berdasarkan
hasil penelitian, dari 138 data yang dianalisis termasuk ke dalam 8 kategori dari 9 kategori
berdasarkan teori. 4 kategori gabungan jenis kata utama yaitu Adjektiva + Verba, Verba +
Nomina, Verba + Verba dan gabungan jenis kata yang lain. Dan keempat kategori gabungan
jenis kata lain tersebut yang ditemukan adalah Nomina + Nomina, Adjektiva + Nomina,
Nomina + Adjektiva, dan Adjektiva + Adjektiva. Jumlah data terbanyak yang termasuk ke
dalam kategori Nomina + Nomina yaitu sebanyak 57 data sedangkan tidak ditemukan data
dengan gabungan jenis kata Verba + Adjektiva. Kanji yang di klasifikasikan ke dalam kategori
jenis kata di identifikasi berdasarkan arti yang memiliki sangkut paut dengan arti kanji jukugo
dan tidak memandang cara bacanya.
Kata kunci: bahasa Jepang, morfologi, jenis kata, kanji jukugo, Twitter
Citra Dewi, Septi Ayu M. dan Rizkah Hijriyah
Kanji Jukugo dalam Postingan Promosi Lagu pada Akun Twitter @Somastaff
68
PENDAHULUAN
Jepang adalah negara yang kaya akan huruf bahasanya, diketahui ada empat jenis huruf
yang digunakan yaitu huruf hiragana dan huruf katakana berjumlah 46 huruf, huruf romaji
(huruf latin) berjumlah 26 huruf, dan terdapat sekitar 50.000 huruf kanji dalam sebuah
daikanwajiten ‘Kamus Besar Bahasa Jepang’. Pada tahun 2010 pemerintah Jepang
menetapkan sekitar 2.136 kanji ke dalam daftar jouyoukanjihyou ‘kanji yang digunakan dalam
kehidupan sehari-hari’. Kanji-kanji tersebut biasa digunakan dalam majalah atau koran. Orang
Jepang mempelajari sekiranya 1000 huruf kanji dasar di bangku Sekolah Dasar (Kazuhide,
2017: 45).
Nirmala (2020: 2) memaparkan bahwa huruf kanji digunakan untuk menulis kosakata
asli bahasa Jepang serta nama-nama orang Jepang. Dalam pembentukannya, ada kanji yang
dapat berdiri sendiri dan ada juga yang harus digabungkan dengan kanji yang lainnya. Kanji-
kanji tersebut digabungkan untuk menghasilkan sebuah kata atau makna baru (Hidayati dkk.,
2019: 63). Kanji yang digabungkan itu disebut jukugo yaitu penggabungan dua atau lebih
suatu kanji (Kazuhide, 2017: 54). Sebagai contoh kanji jukugo 焼⾁ yakiniku ‘daging bakar
yang terdiri kanji 焼くyaku ‘membakar dan kanji niku ‘daging’. Berbeda dengan kanji
tunggal yang bisa di baca menggunakan on-yomi ‘cara baca kanji menurut orang China’ atau
kun-yomi ‘cara baca kanji menurut orang Jepang’, sebagian besar kanji jukugo di baca
menggunakan on-yomi.
Kanehide dan Yutaka (2002: 409) menjelaskan pengertian kanji jukugo secara singkat
sebagai berikut:
一字一字のことばを組み合わせて、いみをはっきりさせるために作ったこと
ばが熟語です。
Ichiji ichiji no kotoba wo kumiawasete, imi wo hakkiri saseru tameni tsukutta kotoba
ga jukugo desu.
Jukugo adalah kata yang dibuat dengan menggabungkan huruf per huruf untuk
memperjelas maknanya.’
Urutan setiap kanji pembentuk kanji jukugo sangat penting karena jika terbalik bisa
membuat makna dan cara bacanya berubah. Contohnya kanji jukugo 温屋atsushiya
‘menghangatkan kamar’, tetapi jika kanji jukugo tersebut dibalik akan menjadi 屋温yaon
‘suhu kamar’. Maka dapat disimpulkan bahwa jukugo adalah kanji yang dibentuk dari dua
Citra Dewi, Septi Ayu M., Rizkah Hijriyah
Kanji Jukugo dalam Postingan Promosi Lagu pada Akun Twitter @Somastaff
69
atau lebih huruf yang digunakan sebagai satuan kata dengan maknanya berasal dari kanji
tunggal pembentuk kanji jukugo tersebut dan mengalami perluasan makna.
Dalam buku Hitoko dan Noriko (2010), ditemukan ada sembilan jenis kanji jukugo yang
terdiri dari gabungan dua kanji hingga sebelas kanji. Dalam penelitian ini akan befokus pada
niji jukugo yaitu gabungan dua kanji. Berikut contoh kanji jukugo dalam postingan promosi
lagu akun Twitter @SomaStaff.
(14)
{
作る
}
+
{
}
=
作詞
{Tsukuru}
{Shi}
Sakushi
Membuat
Kata, puisi
Pembuatan syair
Dari data (14), kanji jukugo sakushi terdiri dari kanji tsukuru berarti ‘membuat’ dan
kanji shi berarti ‘kata, puisi’. Ketika kedua kanji tersebut digabungkan maka akan menjadi
kanji jukugo sakushi dengan artinya yaitu ‘pembuatan syair (Matsuura, 1994: 842). Struktur
pembentuk kanji jukugo sakushi terdiri dari gabungan jenis kata Verba + Nomina, karena
kanji tsukuru berupa morfem jenis Verba dan kanji shi berupa morfem jenis Nomina.
Yang menjadi acuan penelitian ini adalah penelitian dari Ningrum Tresnasari (2017)
dengan judul “Struktur dan Makna Kanji Jukujikun Dalam Bahasa Jepang”. Terdapat
beberapa perbedaan yaitu berdasarkan pemilihan sumber data, Tresnasari menggunakan
kalimat-kalimat dalam bahasa Jepang dan data yang dipilih adalah kanji jukujikun atau kanji
jukugo yang dibaca secara kun-yomi sedangkan sumber data penelitian ini adalah postingan
promosi lagu pada akun Twitter @somastaff dan data yang dipilih adalah kanji jukugo secara
luas. Meskipun kedua penelitian membahas struktur pembentukan, Tresnasari fokus
membahas proses pembentukan kanji jukujikun, sedangkan penelitian ini membahas jenis kata
setiap kanji tunggal pembentuk kanji jukugo.
Sutedi (2011: 43) menjelaskan bahwa keitairon ‘morfologi’ adalah ilmu linguistik yang
mengkaji kata dan proses pembentukannya. Objek yang dikaji ialah go atau tango ‘kata’ dan
keitaiso ‘morfem’. Morfem merupakan satuan bahasa terkecil yang memiliki makna dan tidak
bisa dipecahkan lagi. Misalnya kata大学daigaku ‘universitas’ terdiri dari dua huruf kanji,
yaitu dai yang bermakna ‘besar’ dan gaku yang bermakna ‘belajar/ilmu’, keduanya tidak
bisa dipecahkan lagi karena masing-masing merupakan satu morfem.
Menurut Chaer (2014: 147-149) untuk menentukan suatu morfem, satuan tersebut dapat
dibandingkan dengan satuan yang lainnya. Jika satuan tersebut dapat muncul secara berulang-
ulang dengan satuan lainnya, maka satuan tersebut merupakan sebuah morfem. Contohnya
satuan ‘ke’ pada kata ‘kedua’, ‘ketiga’ dan ‘keempat’. Karena ‘ke’ yang merupakan satuan
Citra Dewi, Septi Ayu M. dan Rizkah Hijriyah
Kanji Jukugo dalam Postingan Promosi Lagu pada Akun Twitter @Somastaff
70
terkecil dapat berdiri sendiri dan memiliki makna yaitu ‘menyatakan tingkat atau derajat’ serta
dapat digunakan secara berulang, maka ‘ke’ bisa disebut sebuah morfem. Suatu morfem
biasanya dilambangkan dengan diapit oleh kurung kurawal. Misalnya kata ‘mesjid’
dilambangkan menjadi {mesjid}, kata ‘kedua’ menjadi {{ke} + {dua}}. Sutedi (2011: 44)
memberikan contoh morfem dalam bahasa Jepang.
大学 { } + {}
Daigaku {dai} + {gaku}
Kata Morfem
Sudjianto dan Dahidi (2007: 147) menyebutkan ada 10 hinshi bunrui ‘jenis kata’ pada
suatu morfem dalam bahasa Jepang yaitu Doushi ‘verba’, I-keiyoushi ‘adjektiva-i’, Na-
keiyoushi ‘adjektiva-na’, Meishi ‘nomina’, Rentaishi ‘Prenomina’, Fukushi ‘adverbia’,
Kandoushi ‘interjeksi’, Setsuzokushi ‘konjungsi’, Jodoushi ‘kopula’, Joshi ‘partikel’.
Berdasarkan Kuwabara (2017: 29), unsur berupa hinshi bunrui ‘jenis kata’ pada morfem atau
kanji tunggal pembentuk kanji jukugo ialah verba, adjektiva dan nomina. Berikut gabungan
jenis kata antar morfem atau kanji tunggal pembentuk kanji jukugo.
1. AV , kategori gabungan jenis ini menerangkan kanji jukugo yang terdiri dari morfem
Adjektiva dan Verba.
a) Adjektiva + Verba : 多発 多い
Tahatsu Ooi Hatsu
Sering banyak keberangkatan
b) Verba + Adjektiva : 減少 減る 少し
Genshou Heru Sukoshi
Berkurang mengurangi sedikit
2. VN , kategori gabungan jenis ini menerangkan kanji jukugo yang terdiri dari morfem
Verba dan Nomina.
a) Verba + Nomina : 来⽇ 来る
Rainichi kuru nichi
Kedatangan ke Jepang datang Jepang
b) Nomina + Verba : 外⾷ ⾷べる
Gaishoku soto taberu
Makan di luar luar makan
3. VV , kategori gabungan jenis ini menerangkan kanji jukugo yang terdiri dari morfem
Verba dan Verba.
Verba + Verba : 作動 作る 動く
Sadou tsukuru ugoku
Bekerja membuat bergerak
Citra Dewi, Septi Ayu M., Rizkah Hijriyah
Kanji Jukugo dalam Postingan Promosi Lagu pada Akun Twitter @Somastaff
71
4. その他, kategori gabungan jenis ini menerangkan kanji jukugo yang terdiri dari morfem
dengan jenis kata di luar ketiga gabungan jenis sebelumnya.
Dalam mempelajari kanji terutama kanji jukugo, para pembelajar sebaiknya lebih dulu
memahami cara baca, gabungan jenis kata yang terkandung dalam tiap morfem atau kanji
tunggal, dan makna setiap kanji tunggal pembentuk kanji jukugo sehingga membentuk kanji
jukugo dengan makna baru yang biasa di jumpai saat belajar. Berdasarkan hal tersebut,
penulis tertarik untuk meneliti apa saja gabungan jenis kata pada morfem atau kanji tunggal
pembentuk kanji jukugo berdasarkan postingan promosi lagu akun twitter @somastaff.
METODE PENELITIAN
Metode adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan sebuah penelitian.
Sugiyono (2013: 8-9) memaparkan bila metode penelitian kualitatif merupakan metode
penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti adalah
instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis
data bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan kemudian
dikonstruksikan menjadi hipotesis atau teori, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan
makna. Sugiyono (2013: 19) juga menyebutkan beberapa tahap proses memperoleh data
dalam metode penelitian kualitatif, yaitu tahap mengenal informasi yang diperoleh, tahap
mereduksi segala informasi yang telah diperoleh tersebut, dan tahap menguraikan fokus
penelitian yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci. Dalam penelitian ini peneliti menerapkan
pendekatan kualitatif yang kemudian mendeskripsikan hasil penelitian data berupa gabungan
jenis kata pada morfem atau kanji tunggal dalam sumber data yaitu postingan promosi lagu
pada akun Twitter @somastaff.
Penelitian ini menggunakan metode simak bebas libat cakap. Menurut Mahsun (2012:
92-94) metode ini mempunyai teknik dasar yaitu teknik sadap dengan teknik lanjutan berupa
teknik catat. Maksudnya adalah metode simak digunakan untuk memperoleh data yang
dilakukan dengan cara menyimak, tetapi dalam hal ini melakukan sebuah penyimakan
tidaklah hanya berkaitan dengan penggunaan bahasa secara lisan tetapi juga penggunaan
bahasa secara tertulis. Metode simak diwujudkan melalui teknik dasarnya yaitu sadap, karena
pada hakikatnya penyimakan diwujudkan dengan menyadap penggunaan bahasa seseorang
atau informannya tanpa perlu ikut terlibat dalam peristiwa pertuturan yang bahasanya sedang
diteliti. Setelah menerapkan metode simak dan teknik sadap, peneliti dapat melanjutkannya
dengan teknik catat maupun rekam. Teknik catat adalah teknik yang dilakukan untuk mencatat
Citra Dewi, Septi Ayu M. dan Rizkah Hijriyah
Kanji Jukugo dalam Postingan Promosi Lagu pada Akun Twitter @Somastaff
72
beberapa bentuk yang relevan bagi penelitiannya dari penggunaan bahasa secara tertulis
tersebut. Dalam pelaksanaannya, peneliti melakukan penyimakan postingan promosi lagu dari
akun Twitter @somastaff, kemudian menerapkan teknik sadap yaitu dengan menyadap
kalimat yang mengandung kanji jukugo pada setiap postingan. Setelah itu peneliti
menerapkan teknik catat untuk mengklasifikasikan kanji tunggal dari setiap kanji jukugo ke
dalam kategori gabungan jenis kata.
Tahap analisis data dilakukan apabila data sudah terkumpul melalui teknik-teknik yang
telah dilakukan sebelumnya. Mahsun (2012: 253) menyatakan bila analisis data merupakan
upaya yang dilakukan untuk mengklasifikasi, mengelompokkan data yaitu menyamakan data
yang sama dan membedakan data yang memang berbeda, serta menyisihkan data pada data
dalam kelompok lain yang serupa tapi tak sama. Menurut Sugiyono (2013: 243-244) tahap
analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari
hasil wawancara, catatan lapangan, maupun dokumentasi dengan cara mengorganisasikan
data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola,
memilih yang penting dan yang akan dipelajari, juga membuat sebuah kesimpulan yang dapat
diceritakan kepada orang lain.
Data yang digunakan dalam penelitian ini ada sebanyak 286 data postingan promosi
lagu pada akun Twitter @somastaff yang kemudian direduksi sebanyak 148 data sehingga
penelitian ini hanya menggunakan 138 data. Tahap analisis data yang dilakukan dalam
penelitian ini yaitu (a) mengumpulkan semua kalimat dalam postingan yang telah dipilih. (b)
mengidentifikasi semua kanji jukugo yang terdapat dalam setiap postingan. (c) memilih setiap
kanji jukugo tersebut berdasarkan data yang diteliti yaitu niji jukugo dan menyisihkan tiap
data yang berbeda. (d) mereduksi data-data yang muncul beberapa kali di tabel data. (e)
mengklasifikasikan kanji tunggal ke dalam kategori gabungan jenis kata untuk mendapatkan
hasil penelitian. (f) melakukan penulisan analisis untuk mendeskripsikan hasil temuan dalam
bentuk uraian.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian, ditemukan 8 kategori gabungan jenis kata pada morfem atau kanji
tunggal pembentuk kanji jukugo yang terdiri dari Nomina (N), Verba (V), dan Adjektiva (A).
1. Gabungan Jenis Kata AV
Adjektiva + Verba
Citra Dewi, Septi Ayu M., Rizkah Hijriyah
Kanji Jukugo dalam Postingan Promosi Lagu pada Akun Twitter @Somastaff
73
(1)
+
{
直す
}
=
正直
{Naosu}
Shoujiki
Membetulkan,
memperbaki
Kejujuran,
kelurusan
Dari data (1), kanji jukugo shoujiki terdiri dari kanji tadashii berarti ‘benar, tepat, betul’
dan kanji naosu berarti ‘membetulkan, memperbaiki’. Ketika kedua kanji tersebut
digabungkan maka akan menjadi kanji jukugo shoujiki dengan artinya yaitu ‘kejujuran,
kelurusan’ (Matsuura, 1994: 953). Struktur pembentuk kanji jukugo shoujiki terdiri dari
gabungan jenis kata Adjektiva + Verba, karena kanji tadashii berupa morfem jenis Adjektiva-i
digabungkan dengan kanji naosu berupa morfem jenis Verba.
(2)
{
苦しい
}
+
{
労わる
}
=
苦労
Kurushii
{Itawaru}
Kurou
Sukar, pahit,
getir
Susah payah,
jerih payah
Penderitaan, penanggungan,
kesukaran, susah payah, jerih payah,
jerih derita
Dari data (2), kanji jukugo kurou terdiri dari kanji kurushii berarti ‘sukar, pahit, getir
dan kanji itawaru berarti ‘susah payah, jerih payah’. Ketika kedua kanji tersebut digabungkan
maka akan menjadi kanji jukugo kurou dengan artinya yaitu ‘Penderitaan, penanggungan,
kesukaran, susah payah, jerih payah, jerih derita (Matsuura, 1994: 568). Struktur pembentuk
kanji jukugo kurou terdiri dari gabungan jenis kata Adjektiva + Verba, karena kanji kurushii
berupa morfem jenis Adjektiva-i digabungkan dengan kanji itawaru berupa morfem jenis
Verba.
2. Gabungan Jenis Kata VN
a. Verba + Nomina
(3)
{
}
+
{
}
=
来週
{Kuru}
{Shuu}
Raishuu
Datang, tiba
Minggu, pekan
Minggu depan, minggu muka,
minggu yang akan datang
Dari data (3), kanji jukugo raishuu terdiri dari kanji kuru berarti ‘datang, tiba’ dan kanji
shuu berarti ‘minggu, pekan’. Ketika kedua kanji tersebut digabungkan maka akan menjadi
kanji jukugo raishuu dengan artinya yaitu ‘Minggu depan, minggu muka, minggu yang akan
datang(Matsuura, 1994: 793). Struktur pembentuk kanji jukugo raishuu terdiri dari gabungan
Citra Dewi, Septi Ayu M. dan Rizkah Hijriyah
Kanji Jukugo dalam Postingan Promosi Lagu pada Akun Twitter @Somastaff
74
jenis kata Verba + Nomina, karena kanji kuru berupa morfem jenis Verba digabungkan dengan
kanji shuu berupa morfem jenis Nomina.
(4)
{
登る
}
+
{
}
=
登場
{Noboru}
{Ba}
Toujou
Naik, mendaki
Lokasi, tempat
Kemunculan, munculnya, tampilnya,
kehadiran
Dari data (4), kanji jukugo toujou terdiri dari kanji noboru berarti ‘naik, mendaki’ dan
kanji ba berarti ‘lokasi, tempat’. Ketika kedua kanji tersebut digabungkan maka akan menjadi
kanji jukugo toujou dengan artinya yaitu ‘Kemunculan, munculnya, tampilnya, kehadiran
(Matsuura, 1994: 1083). Struktur pembentuk kanji jukugo toujou terdiri dari gabungan jenis
kata Verba + Nomina, karena kanji noboru berupa morfem jenis Verba digabungkan dengan
kanji ba berupa morfem jenis Nomina.
b. Nomina + Verba
(5)
{
}
+
{
わせる
}
=
総合
{Sou}
{Awaseru}
Sougou
Semuanya,
seluruhnya
Menyatukan, mencocokan,
menggabungkan
Memadukan,
gabungan
Dari data (5), kanji jukugo sougou terdiri dari kanji sou berarti ‘semuanya, seluruhnya’
dan awaseru berarti ‘menyatukan, mencocokan, menggabungkan’. Ketika kedua kanji
tersebut digabungkan maka akan menjadi kanji jukugo sougou dengan artinya yaitu
‘memadukan, gabungan’ (Matsuura, 1994: 983). Struktur pembentuk kanji jukugo sougou
terdiri dari gabungan jenis kata Nomina + Verba, karena kanji sou berupa morfem jenis
Nomina digabungkan dengan kanji Awaseru berupa morfem jenis Verba.
(6)
{
}
+
{
語る
}
=
物語
{Mono}
{Kataru}
Monogatari
Sesuatu, barang,
benda
Menceritakan,
bercerita
Cerita, kisah, dongeng,
dongengan
Dari data (6), kanji jukugo monogatari terdiri dari kanji mono berarti ‘sesuatu, barang,
benda’ dan kanji kataru berarti ‘menceritakan, bercerita’. Ketika kedua kanji tersebut
digabungkan maka akan menjadi kanji jukugo monogatari dengan artinya yaitu ‘Cerita, kisah,
dongeng, dongengan (Matsuura, 1994: 659). Struktur pembentuk kanji jukugo monogatari
Citra Dewi, Septi Ayu M., Rizkah Hijriyah
Kanji Jukugo dalam Postingan Promosi Lagu pada Akun Twitter @Somastaff
75
terdiri dari gabungan jenis kata Nomina + Verba, karena kanji mono berupa morfem jenis
Nomina digabungkan dengan kanji kataru berupa morfem jenis Verba.
3. Gabungan Jenis Kata VV
Verba + Verba
(7)
+
{
載る
}
=
掲載
{Noru}
Keisai
Termuat, dimuat,
terpancang
Pemuatan,
pemasangan
Dari data (7), kanji jukugo keisai terdiri dari kanji kakageru berarti ‘memasang,
memuat’ dan kanji noru berarti ‘termuat, dimuat, terpancang’. Ketika kedua kanji tersebut
digabungkan maka akan menjadi kanji jukugo keisai dengan artinya yaitu ‘pemuatan,
pemasangan’ (Matsuura, 1994: 462). Struktur pembentuk kanji jukugo keisai terdiri dari
gabungan jenis kata Verba + Verba, karena kanji kakageru berupa morfem jenis Verba
digabungkan dengan kanji noru berupa morfem jenis Verba.
(8)
{
開く
}
{
催す
}
開催
{Hiraku}
{Moyoosu}
Kaisai
Membuka,
mengadakan
Mengadakan
Pembukaan,
penyelenggaraan
Dari data (8), kanji jukugo kaisai terdiri dari kanji hiraku berarti ‘membuka,
mengadakan’ dan kanji moyoosu berarti ‘mengadakan’. Ketika kedua kanji tersebut
digabungkan maka akan menjadi kanji jukugo kaisai dengan artinya yaitu ‘pembukaan,
penyelenggaraan’ (Matsuura, 1994: 404). Struktur pembentuk kanji jukugo kaisai terdiri dari
gabungan jenis kata Verba + Verba, karena kanji hiraku berupa morfem jenis Verba
digabungkan dengan kanji moyoosu berupa morfem jenis Verba.
4. Gabungan Jenis Kata Yang Lain
a. Nomina + Nomina
(9)
{
}
+
{
}
=
楽曲
{Gaku}
{Kyoku}
Gakkyoku
Musik
Komposisi, melodi, musik
Musik
Dari data (9), kanji jukugo gakkyoku terdiri dari kanji gaku berarti ‘musik’ dan kanji
kyoku berarti ‘komposisi, melodi, musik’. Ketika kedua kanji tersebut digabungkan maka
Citra Dewi, Septi Ayu M. dan Rizkah Hijriyah
Kanji Jukugo dalam Postingan Promosi Lagu pada Akun Twitter @Somastaff
76
akan menjadi kanji jukugo gakkyoku dengan artinya yaitu ‘musik’ (Zendo dkk., 2012: 275).
Struktur pembentuk kanji jukugo gakkyoku terdiri dari gabungan jenis kata Nomina +
Nomina, karena kanji gaku berupa morfem jenis Nomina digabungkan dengan kanji kyoku
berupa morfem jenis Nomina.
(10)
{
}
+
{
}
=
⾳楽
{Oto}
{Gaku}
Ongaku
Suara, bunyi
Musik
Musik, seni suara
Dari data (10), kanji jukugo ongaku terdiri dari kanji oto berarti ‘suara, bunyi’ dan kanji
gaku berarti ‘lagu, sajak’. Ketika kedua kanji tersebut digabungkan maka akan menjadi kanji
jukugo ongaku dengan artinya yaitu ‘musik, seni suara’ (Matsuura, 1994: 767). Struktur
pembentuk kanji jukugo ongaku terdiri dari gabungan jenis kata Nomina + Nomina, karena
kanji oto berupa morfem jenis Nomina digabungkan dengan kanji gaku berupa morfem jenis
Nomina.
b. Adjektiva + Nomina
(49)
{
新しい
}
+
{
}
=
新曲
{Atarashii}
{Kyoku}
Shinkyoku
Baru, segar, modern
Komposisi, melodi,
musik
Lagu baru, lagu terbaru
Dari data (49), kanji jukugo shinkyoku terdiri dari kanji atarashii berarti ‘baru, segar,
modern’ dan kanji kyoku berarti ‘komposisi, melodi, musik’. Ketika kedua kanji tersebut
digabungkan maka akan menjadi kanji jukugo shinkyoku dengan artinya yaitu ‘lagu baru, lagu
terbaru’ (Matsuura, 1994: 925). Struktur pembentuk kanji jukugo shinkyoku terdiri dari
gabungan jenis kata Adjektiva + Nomina, karena kanji atarashii berupa morfem jenis
Adjektiva-i digabungkan dengan kanji kyoku berupa morfem jenis Nomina.
(66)
{
正しい
}
+
{
}
=
正式
{Tadashii}
{Shiki}
Seishiki
Benar, tepat, betul
Upacara, ala (khas), sistem
Formal, resmi
Dari data (66), kanji jukugo seishiki terdiri dari kanji tadashii berarti ‘benar, tepat, betul’
dan kanji shiki berarti ‘upacara, ala (khas), sistem’. Ketika kedua kanji tersebut digabungkan
maka akan menjadi kanji jukugo seishiki dengan artinya yaitu ‘formal, resmi’ (Matsuura,
1994: 870). Struktur pembentuk kanji jukugo seishiki terdiri dari gabungan jenis kata
Citra Dewi, Septi Ayu M., Rizkah Hijriyah
Kanji Jukugo dalam Postingan Promosi Lagu pada Akun Twitter @Somastaff
77
Adjektiva + Nomina, karena kanji tadashii berupa morfem jenis Adjektiva-i digabungkan
dengan kanji shiki berupa morfem jenis Nomina.
c. Nomina + Adjektiva
(20)
{
}
+
{
}
=
機嫌
{Ki}
{Kirai}
Kigen
kesempatan, waktu
Tidak suka, benci
Rasa, perasaan
Dari data (20), kanji jukugo kigen terdiri dari kanji ki berarti ‘kesempatan, waktu’ dan
kanji kirai berarti ‘tidak suka, benci’. Ketika kedua kanji tersebut digabungkan maka akan
menjadi kanji jukugo kigen dengan artinya yaitu ‘rasa, perasaan’ (Matsuura, 1994: 484).
Struktur pembentuk kanji jukugo kigen terdiri dari gabungan jenis kata Nomina + Adjektiva,
karena kanji ki berupa morfem jenis Nomina digabungkan dengan kanji kirai berupa morfem
jenis Adjektiva-i.
(118)
{
}
+
{
}
=
複雑
{Fuku}
{Zatsu}
Fukuzatsu
Gabungan,
banyak
Kasar, kurang
rapi, kurang baik
Belitan, berbelitnya,
ruwetnya
Dari data (118), kanji jukugo fukuzatsu terdiri dari kanji fuku berarti ‘gabungan, banyak’
dan kanji zatsu berarti ‘kasar, kurang rapi, kurang baik’. Ketika kedua kanji tersebut
digabungkan maka akan menjadi kanji jukugo fukuzatsu dengan artinya yaitu ‘belitan,
berbelitnya, ruwetnya’ (Matsuura, 1994: 181). Struktur pembentuk kanji jukugo fukuzatsu
terdiri dari gabungan jenis kata Nomina + Adjektiva, karena kanji fuku berupa morfem jenis
Nomina digabungkan dengan kanji zatsu berupa morfem jenis Adjektiva-na.
d. Adjektiva + Adjektiva
(42)
{
詳しい
}
+
{
細かい
}
=
詳細
{Kuwashii}
{Komakai}
Shousai
Terperinci,
mendetail
Halus,
terperinci
Hal ihwal, seluk beluk,
hal-hal terperinci, rincian
Dari data (42), kanji jukugo shousai terdiri dari kanji kuwashii berarti ‘terperinci,
mendetail’ dan kanji komakai berarti ‘halus, terperinci’. Ketika kedua kanji tersebut
digabungkan maka akan menjadi kanji jukugo shousai dengan artinya yaitu ‘hal ihwal, seluk
beluk, hal-hal terperinci, rincian’ (Matsuura, 1994: 962). Struktur pembentuk kanji jukugo
Citra Dewi, Septi Ayu M. dan Rizkah Hijriyah
Kanji Jukugo dalam Postingan Promosi Lagu pada Akun Twitter @Somastaff
78
shousai terdiri dari gabungan jenis kata Adjektiva + Adjektiva, karena kanji kuwashii berupa
morfem jenis Adjektiva-i digabungkan dengan kanji komakai berupa morfem jenis Adjektiva-
i.
KESIMPULAN
Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan delapan dari sembilan kategori
gabungan jenis kata yang seharusnya berdasarkan teori Kuwabara (2017: 29) yang
menyebutkan bahwa Nomina, Verba, dan Adjektiva (baik Adjektiva-i maupun Adjektiva-na)
merupakan jenis kata yang terkandung dalam morfem atau kanji tunggal sebagai struktur
pembentuk kanji jukugo. Dalam penelitian ini kedelapan kategori tersebut yaitu gabungan
jenis kata Adjektiva + Verba terdapat satu data. Gabungan jenis kata Verba + Adjektiva tidak
terdapat dalam data. Gabungan jenis kata Verba + Nomina terdapat dua puluh dua data.
Gabungan jenis kata Nomina + Verba terdapat dua puluh data. Gabungan jenis kata Verba +
Verba terdapat dua puluh enam data. Gabungan jenis kata Nomina + Nomina terdapat lima
puluh tujuh data. Gabungan jenis kata Adjektiva + Nomina terdapat delapan data. Gabungan
jenis kata Nomina + Adjektiva terdapat tiga data. Gabungan jenis kata Adjektiva + Adjektiva
terdapat satu data.
Setiap kanji yang diklasifikasikan ke dalam kategori jenis kata diidentifikasi
berdasarkan arti yang memiliki sangkut paut dengan arti kanji jukugo dan tidak memandang
cara bacanya. Sebagai contoh adalah kanji dari kanji jukugo ⾳楽
ongaku ‘musik’ yang
dapat dibaca secara onyomi ‘gaku’ berarti ‘musik’ atau ‘raku’ berarti ‘kesenangan,
kemudahan, keringanan’ termasuk jenis kata Nomina sedangkan kanji 楽しい yang dibaca
secara kun-yomi ‘tanoshii’ berarti ‘senang’ merupakan Adjektiva.
Citra Dewi, Septi Ayu M., Rizkah Hijriyah
Kanji Jukugo dalam Postingan Promosi Lagu pada Akun Twitter @Somastaff
79
REFERENSI
Chaer, A. (2014). Linguistik Umum Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Hidayati, Y., dkk. (2019). Jukugo Kanji Kin, ka, Sen Yang Terkait Dengan Makna Uang.
Jurnal Philosophica II (2), 63-74
Hitoko, S., & Matsumoto Noriko. (2010). Nihongo Sou Matome N3 Dokkai. Tokyo: Ask
Publishing.
Kanehide, O., & Kawashima Yutaka. (2002). Shougakusei no Kanji wo Oboeru Jiten (Dai San
Ban). Tokyo: Obunsha.
Kazuhide, C. (2017). Morfologi Bahasa Jepang. Universitas Darma Persada.
https://unsada.academia.edu/chonankazuhide
Kuwabara, Y. (2017). Kanji 2 Ji Jukugo Ga Kango Doumeishi Kadouka No Handan Ni
Oyobosu Go Kousei No Eikyou: Hi Kanji Keichuu Joukyuu Gakushuusha Taishou No
Chousa No Kekka Kara. In
国際教育交流研究
(Vol. 1).
Mahsun. (2012). Metode Penelitian Bahasa Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya Edisi
Revisi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Matsuura, K. (1994). Nihongo - Indonesiago Jiten. Kyoto: Kyoto Sangyo Daigaku
Shuppankai.
Nirmala, I. (2020). Kamus Praktis Kanji N5 & N4. Sidoarjo: Genta Group Production.
Sudjianto, & Ahmad Dahidi. (2007). Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Bekasi: Kesaint
Blanc.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutedi, D. (2011). Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora Utama
Press.
Tresnasari, N. (2017). Struktur Dan Makna Kanji Jukujikun Dalam Bahasa Jepang. Ayumi:
Jurnal Budaya, Bahasa, Dan Sastra, 5(2), 96–110.
https://doi.org/10.25139/ayumi.v5i2.378
Zendo, U., dkk. (2012). Shinmeikai Kokugo Jiten Dai 7 Ban. Tokyo: Sanseido Co., Ltd.
https://dictionary.goo.ne.jp
https://www.kanken.or.jp/kanken/trivia/category01/15110101.html