
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
Apriani
(2011)
membahas mengenai Fungsi “Fukugoudoushi –Te Iru” dalam Novel
Jioroma Karya Natsuo Kirino. Berdasarkan analisis data yang dilakukan terhadap kalimat-
kalimat bentuk verba te iru「ている」dapat disimpulkan bahwa fukugoudoushi –te
iru「ている」merupakan salah satu jenis dari verba yang berkaitan dengan aspek. Dari
dua belas data yang ditemukan, dapat dibagi menjadi 1) dua data menunjukkan kondisi
kegiatan berkelanjutan, 2) dua data menunjukkan kondisi hasil kegiatan, 3) tiga data
menunjukkan kegiatan pengulangan, 4) tiga data menunjukkan kegiatan keselesaian,
dan 5) dua data menunjukkan kegiatan keselesaian, dan 6) dua data yang
menunjukkan kegiatan transisi atau peralihan.
Rachmawati
(2016)
membahas mengenai Perbedaan Hojodoushi
~
ている
dan
~てある
dalam Kalimat Bahasa Jepang. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa 1) struktur dasar bentuk hojodoushi –te iru adalah ~wo ~te ~iru dan ~ga
~te ~iru. Hojodoushi - teiru dapat dilekati oleh verba jidoushi (intransitif) dan tadoushi
(transitif). 2) struktur dasar hojodoushi –te aru adalah ~ga ~te ~aru. Hojodoushi –tearu
dilekati oleh verba tadoushi (transitif). 3) hojodoushi -teiru menyatakan makna keadaan
yang merupakan hasil dari sebuah tindakan tanpa mempermasalahkan siapa pelakunya.
Hojodoushi –te aru memiliki dua makna, yaitu menyatakan keadaan sebagai hasil dari
sebuah tindakan yang dilakukan seseorang dengan maksud atau tujuan tertentu, dan
menyatakan suatu persiapan yang sudah selesai dilakukan. 4) Persamaan antara hojodoushi
–te iru dan hojodoushi –te aru adalah menunjukkan keadaan dan merupakan kekkasou
(penanda aspek resultatif).
Mindari (2017) membahas mengenai Perbedaan dalam Verba Bantu –Te Iru dan Verba
Majemuk –Tsuzukeru. Berdasarkan analisis data yang dilakukan terhadap 28 sumber data
yang berasal dari cerpen (Surbakti, Ramadani, & Heriani, 2018) dan website Jepang dapat
disimpulkan bahwa 1) secara struktur, verba bantu –teiru dapat melekat pada verba aktivitas
dan pungtual (Nurfitri, Risagarniwa, & Kadir, 2014). Secara makna, verba bantu –teiru
memiliki 5 makna, yaitu makna aktivitas yang sedang berlangsung, kondisi hasil suatu
perbuatan, keadaan yang terjadi secara alami, pengalaman, dan pengulangan. 2) secara
struktur, verba majemuk –tsuzukeru melekat pada verba aktivitas dan pungtual. Secara
makna, verba majemuk – tsuzukeru memiliki 3 makna, yaitu makna proses pergerakan,
proses perubahan dan proses terus berlangsung sebagai hasil perubahan. 3) verba bantu –
teiru dan verba majemuk –tsuzukeru memiliki persamaan yaitu keduanya menyatakan
keberlangsungan. 4) verba bantu –teiru dan verba majemuk –tsuzukeru memiliki perbedaan