NIJI
Jurnal Kajian Sastra, Budaya, Pendidikan dan Bahasa Jepang
Vol. 3, No. 2, Juli 2021, p-ISSN 2355-889X
https://doi.org/10.18510/jt.2021.xxx
http://jurnal.stibainvada.ac.id/
108
BENTUK ASPEKTUALITAS ている (TE IRU) PADA NOVEL キッチン (KITCHEN)
KARYA BANANA YOSHIMOTO
Nurlela
Institut Pendidikan dan Bahasa (IPB) Invada Cirebon
M. Fahmi Reza
Institut Pendidikan dan Bahasa (IPB) Invada Cirebon
Fajar Yulianti
Institut Pendidikan dan Bahasa (IPB) Invada Cirebon
fjrylnt@gmail.com
Riwayat Artikel:
Diterima Maret 2021;
Direvisi Mei 2021;
Diterima Juli 2021.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan verba-verba yang termasuk ke dalam jenis verba
perubahan ている (te iru) pada novel キッチン (Kitchen) karya Banana Yoshimoto menurut teori
Yasuhiko dan Tsutomu dan hub un ga n je ni s ve rb a pe ru ba ha n te iru tersebut dengan makna
aspektualitasnya. Pengumpulan data digunakan dengan metode simak dan teknik catat, analisis data
dilakukan dengan metode agih dan teknik BUL. Hasil analisis menunjukan bahwa ditemukan
sebanyak enam puluh sembilan (67) data yang mengandung verba perubahan te iru dan mengandung
makna aspektualitas menurut teori Yasuhiko dan Tsutomu. Delapan belas (18) verba perubahan te iru
dengan verba jenis 継続動詞 (keizoku doushi) atau verba aktivitas, tiga puluh empat (34) verba
perubahan ている (te iru) dengan verba jenis 瞬間動詞 (shunkan doushi) atau verba pungtual, dan
lima belas (15) verba perubahan te iru dengan verba jenis 特殊な動詞 (tokushuna doushi) atau verba
khusus. Hubungan verba perubahan te iru dengan makna aspektualitasnya adalah 1) verba perubahan
te iru yang berasal dari verba jenis keizoku doushi memberikan makna ‘sedang melakukan’ aktivitas,
2) verba perubahan te iru yang berasal dari verba jenis shunkan doushi memberikan makna ‘sedang
dalam keadaan’ dari hasil aktivitas, 3) verba perubahan te iru yang berasal dari verba jenis tokushuna
doushi memberikan makna keadaan ‘yang bersifat alami atau status’ , 4) verba perubahan te iru yang
berasal dari verba jenis keizoku doushi dan shunkan doushi maknanya dapat dipengaruhi oleh faktor
kontekstual.
Kata Kunci: aspektualitas, te iru, keizoku doushi, shunkan doushi, tokushuna doushi
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
109
PENDAHULUAN
Pola kalimat dalam sebuah bahasa memiliki maknanya masing-masing (Ratna, 2017).
Menurut penulis, bahasa Jepang adalah salah satu bahasa di dunia yang memiliki pola
kalimat khusus untuk menunjukan makna kala (Aryani, 2017) dan aspektualitas. Salah
satu pola kalimat yang memiliki makna aspektualitas adalah pola kalimat yang terbentuk
oleh verba yang telah mengalami perubahan morfologis ke bentuk ている (te iru) .
Makna aspektualitas yang terdapat pada kalimat yang mengandung verba perubahan
(te iru) dipengaruhi oleh makna verbanya secara langsung atau oleh konteks yang
terkandung di dalamnya (Yasuhiko, 1989, p. 34). Contoh:
(1)
自分しかいないと思っているよりは、ほんの少しましな思想だと思う
Jibun/ shika/ inai/ to/ omotte iru/ yori/ wa/ hon no sukoshi/ mashina/ shisō/ da/ to/
omou.
Pn/ prt/ adj-i/ prt/ v-te iru/ prt/ prt/ exp/ adj-n/ n/ cop/ prt/ v. Ini sedikit lebih baik
daripada berpikir bahwa aku sendirian.
(Yoshimoto Banana: 9)
Contoh kalimat (1) merupakan kalimat yang mengandung perubahan morfologis ke
bentuk ている (te iru) dari verba 思う (omou) menjadi 思っている (omotte iru). Verba
思う(omou) yang artinya ‘berpikir’ termasuk ke dalam 瞬間動詞 (shunkan doushi) karena
merupakan verba yang menunjukan keadaan dari aktivitas yang dilakukan dalam sekejap,
yaitu proses memunculkan sebuah pemikiran (Ramadhanti, 2018). Di dalam kalimat tidak
terdapat keterangan yang menunjukan makna kontekstual (Prakoso, 2018). Oleh karena itu,
contoh kalimat (1) menunjukan bahwa keadaan sedang berlangsung sesuai dengan makna
verba 瞬間動 (shunkan doushi) yang telah mengalami perubahan ke bentuk ている (te
iru). Maka penggunaan verba yang telah mengalami perubahan ke bentuk ている (te iru)
dari verba 思う(omou) menjadi思っている (omotte iru) dalam contoh kalimat (1) dapat
dimaknai ‘sedang dalam keadaan berpikir’.
Beberapa penelitian terdahulu yang penulis temukan terkait penggunaan aspek
ている (te iru) diantaranya adalah Fungsi “Fukugoudoushi –Te Iru” dalam Novel
Jioroma Karya Natsuo
Kirino oleh Apriani
(2011)
, Perbedaan Hojodoushi ~ dan
~てあ dalam Kalimat
Bahasa Jepang oleh Rachmawati (2016), dan Perbedaan dalam
Verba Bantu –Te Iru dan Verba Majemuk -Tsuzukeru oleh Mindari (2017).
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
110
Apriani
(2011)
membahas mengenai Fungsi “Fukugoudoushi –Te Iru” dalam Novel
Jioroma Karya Natsuo Kirino. Berdasarkan analisis data yang dilakukan terhadap kalimat-
kalimat bentuk verba te iru「ている」dapat disimpulkan bahwa fukugoudoushi –te
iru「ている」merupakan salah satu jenis dari verba yang berkaitan dengan aspek. Dari
dua belas data yang ditemukan, dapat dibagi menjadi 1) dua data menunjukkan kondisi
kegiatan berkelanjutan, 2) dua data menunjukkan kondisi hasil kegiatan, 3) tiga data
menunjukkan kegiatan pengulangan, 4) tiga data menunjukkan kegiatan keselesaian,
dan 5) dua data menunjukkan kegiatan keselesaian, dan 6) dua data yang
menunjukkan kegiatan transisi atau peralihan.
Rachmawati
(2016)
membahas mengenai Perbedaan Hojodoushi
~
ている
dan
~てある
dalam Kalimat Bahasa Jepang. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa 1) struktur dasar bentuk hojodoushi –te iru adalah ~wo ~te ~iru dan ~ga
~te ~iru. Hojodoushi - teiru dapat dilekati oleh verba jidoushi (intransitif) dan tadoushi
(transitif). 2) struktur dasar hojodoushi –te aru adalah ~ga ~te ~aru. Hojodoushi tearu
dilekati oleh verba tadoushi (transitif). 3) hojodoushi -teiru menyatakan makna keadaan
yang merupakan hasil dari sebuah tindakan tanpa mempermasalahkan siapa pelakunya.
Hojodoushi –te aru memiliki dua makna, yaitu menyatakan keadaan sebagai hasil dari
sebuah tindakan yang dilakukan seseorang dengan maksud atau tujuan tertentu, dan
menyatakan suatu persiapan yang sudah selesai dilakukan. 4) Persamaan antara hojodoushi
–te iru dan hojodoushi –te aru adalah menunjukkan keadaan dan merupakan kekkasou
(penanda aspek resultatif).
Mindari (2017) membahas mengenai Perbedaan dalam Verba Bantu Te Iru dan Verba
Majemuk Tsuzukeru. Berdasarkan analisis data yang dilakukan terhadap 28 sumber data
yang berasal dari cerpen (Surbakti, Ramadani, & Heriani, 2018) dan website Jepang dapat
disimpulkan bahwa 1) secara struktur, verba bantu –teiru dapat melekat pada verba aktivitas
dan pungtual (Nurfitri, Risagarniwa, & Kadir, 2014). Secara makna, verba bantu teiru
memiliki 5 makna, yaitu makna aktivitas yang sedang berlangsung, kondisi hasil suatu
perbuatan, keadaan yang terjadi secara alami, pengalaman, dan pengulangan. 2) secara
struktur, verba majemuk tsuzukeru melekat pada verba aktivitas dan pungtual. Secara
makna, verba majemuk tsuzukeru memiliki 3 makna, yaitu makna proses pergerakan,
proses perubahan dan proses terus berlangsung sebagai hasil perubahan. 3) verba bantu
teiru dan verba majemuk tsuzukeru memiliki persamaan yaitu keduanya menyatakan
keberlangsungan. 4) verba bantu teiru dan verba majemuk tsuzukeru memiliki perbedaan
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
111
dari sisi keberlangsungannya yaitu verba bantu teiru menunjukkan aktivitas atau peristiwa
yang berlangsung pada titik waktu tertentu sedangkan verba majemuk tsuzukeru
menunjukkan keberlangsungan aktivitas atau peristiwa belum selesai. Dari segi makna
aspek, verba bantu teiru memiliki tiga makna, yaitu aspek progresif, aspek resultatif,
habituatif dan makna turunan, yaitu keiken (pengalaman) sedangkan verba majemuk
tsuzukeru memiliki dua makna, yaitu bermakna aspek kontinuatif dan aspek resultatif. 5)
verba bantu teiru dapat disubtitusi dengan bentuk verba majemuk tsuzukeru apabila
melekat pada verba aktivitas saja, tetapi tidak dapat disubtitusi apabila pada verba bantu
–teiru terdapat adverbia waktu. 6) verba majemuk tsuzukeru dapat disubtitusi dengan
verba bantu teiru apabila melekat pada verba aktivitas dan pungtual. Apabila melekat pada
verba aktivitas maknanya menyatakan keberlangsungan aktivitas. Apabila melekat pada
verba pungtual, maknanya bervariasi tergantung jenis verbanya, biasanya menyatakan hasil
dan keberlangsungan aktivitas.
Hal yang membedakan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu penelitian ini
dilakukan dengan berdasarkan teori (Yasuhiko, 1989) dengan sumber data novel ッチン
(Kitchen) karya Banana Yoshimoto terbitan tahun 1988. Penelitian aspektualitas ている (te
iru) pada novel キッチン (Kitchen) ini didasari oleh keingintahuan penulis terhadap
hubungan verba perubahanている(te iru) dengan makna aspektualitas dalam kalimat
bahasa Jepang. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan verba yang termasuk
ke dalam jenis verba perubahan ている (te iru) dan mendeskripsikan hubungan verba
perubahan てい (te iru) tersebut dengan makna aspektualitasnya menurut teori Yasuhiko
dan Tsutomu.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan penulis adalah deskriptif kualitatif. Penelitian
kualitatif adalah penelitian yang pegumpulan data yang hasil akhirnya berupa open-end,
datanya bukan berupa angka dan penganalisisannya juga bukan dengan menggunakan
statistik (Doltan, 2011, p. 24). Metedologi deskriptif kualitatif ini digunakan untuk
mendeskripsikan temuan pada data atau kalimat yang mengandung verba てい (te iru)
dalam sumber data novel キッ チン (Kitchen) karya Banana Yoshimoto. Pengumpulan
data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat. Metode simak menurut Mashun
(2012, p. 92) adalah proses penyimakan terhadap penggunaan bahasa. Artinya penelitian ini
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
112
dilakukan dengan menyimak data, atau dalam hal ini membaca novel キッチ (Kitchen)
dengan saksama untuk mendapatkan data berupa kalimat yang mengandung verba perubahan
(te iru). Setelah itu, teknik catat digunakan sebagai teknik lanjutan yang dilakukan
setelah teknik simak (Mahsun, 2012, p. 133). Setelah menyimak dan mendapatkan data yang
relevan dari novel (Kitchen), kemudian penulis mencatatkan data yang didapatkan
tersebut. Analisis data digunakan dengan metode metode agih dan teknik yang digunakan
adalah teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Metode agih adalah metode analisis data dengan
bahasa yang bersangkutan itu sendiri sebagai alat penentunya (Sudaryanto, 2015, p. 18).
Dalam hal ini penulis mengalisa sumber data yaitu novel berbahasa Jepang キッチン
(Kitchen). Kemudian data yang didapatkan dalam bahasa Jepang dari novel ッチ
(Kitchen) ini digunakan sebagai penentu hasil analisis yang dilakukan. Untuk menganalisis
penggunaan verba yang telah mengalami perubahan ke bentuk てい (te iru) dan
hubungannya dengan makna aspektualitas digunakan teknik bagi unsur langsung (BUL),
artinya membagi satuan lingual datanya menjadi beberapa bagian atau unsur, lalu unsur-
unsur yang bersangkutan dipandang sebagai bagian yang langsung membentuk satuan yang
dimaksud (Sudaryanto, 2015, p. 37). Untuk itu analisis dilakuan degan pembagian kelas kata
terlebih dahulu untuk melihat penanda yang dapat membentuk makna pada bentuk ている
(te iru).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Yasuhiko (1989, p. 25) menyampaikan bahwa jika kala adalah satu titik untuk melihat
waktu melalui sudut pandang pembicara, aspek lebih melihat kepada sampai kapan suatu
kejadian tersebut berlangsung. Aspek pada dasarnya berbeda dari kala yang
mempermasalahkan apakah kejadian yang dibicarakan tersebut sebelum atau sesudah
pembicaraan, aspek lebih kepada menganggap hal-hal atau fenomena tersebut memiliki
penyebaran temporal tertentu serta mengeluarkan aspek dinamis dari prosesnya. Comrie (1976,
p. 3) membedakan bahwasannya aspek adalah cara yang berbeda untuk melihat konstituensi
temporal internal dari suatu situasi sedangkan kala adalah gramatikalisasi lokasi pada waktu.
Secara singkatya, Sutedi (2014, p. 93) menjelaskan bahwa aspek merupakan kategori gramatikal
dalam verba yang menyatakan kondisi suatu perbuatan atau kejadian apakah baru dimulai,
sedang berlangsung, sudah selesai atau berulang-ulang.
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
113
Menurut Yasuhiko (1989, p. 26), ada beberapa bentuk tata bahasa yang terdapat unsur
aspektualitas didalamnya. Menurut keduanya, bentuk tersebut dapat dibedakan menjadi tiga
jenis.
1. 活用語尾た、
Akhir kata terkonjugasi ta, ru
2. て形+ いる、 ある、 おく、 しまう、く る、いく 、など
Bentuk te iru, aru, oku, shimau, kuru, iku, dll.
3. 連用形+ はじめる、つづける、おわる、 だす、 かける、など
Bentuk konjugasi hajimaru, tsudzukeru, owaru, dasu, kakeru, dll.
Dari sudut pandang aspek, (ta) dan (ru) mewakili ‘sesudah’ dan ‘sebelum’
atau ‘tuntas’ dan ‘belum tuntas’. Berbeda dengan sudut pandang kala, (ta) mewakili
kejadian lampau/過去 (kako) dan (ru) mewakili kejadian non-lampau/非過去(hikako).
Data pada penelitian ini merupakan kalimat yang mengandung verba perubahan ている (te
iru) dari sumber data novel キッチン (Kitchen) karya Banana Yoshimoto. Berdasarkan hasil
pengumpulan data, ditemukan seratus tiga belas (113) kalimat yang mengandung verba
perubahan ている (te iru). Data tersebut kemudian direduksi karena terdapat beberapa
kalimat dengan verba yang sama. Dari hasil reduksi didapatkan enam puluh sembilan (67)
kalimat dengan verba yang berbeda. Kalimat-kalimat tersebut kemudian dianalisis dan
dikategorikan menurut teori aspektualitas ている (te iru) Yashuhiko.
1. Jenis Verba Perubahan ている (te iru) Menurut Yasuhiko dan Tsutomu dalam Novel
キッチン (Kitchen)
Menurut Teori Yasuhiko dan Tsutomu terdapat tiga jenis verba perubahan ている (te
iru) yang mengandung makna aspektualitas, yaitu 継続動詞 (keizoku doushi) atau verba
aktivitas, 瞬間動詞 (shunkan doushi) atau verba pungtual, dan 特殊な動詞 (tokushuna
doushi) atau verba khusus (1989, pp. 3536).
1) 継続動詞(keizoku doushi) atau verba aktivitas
Data (1)
私は、彼がお茶を
淹れている
うしろへまわり込んで台所をよく見た。Watashi
/ wa/ kare/ ga/ ocha/ o/ irete iru/ ushiro/ e/ mawari/ konde/ daidokoro/ o/yoku/ mita.
Pn/ prt/ pn/ prt/ n/ prt/ v-te iru/ n/ prt/ n/ v/ n/ pr/ adv/ v.
‘Aku memperhatikan dapur dengan saksama dan berjalan ke belakang dia yang
sedang menuang teh.’
(Kitchen: 16)
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
114
Data (1) merupakan kalimat yang mengandung perubahan morfologis ke bentuk
ている (te iru) dari verba 淹れる (ireru) menjadi 淹れている (irete iru). Verba 淹れ
(ireru) yang artinya ‘memasukkan’ atau ‘menaruh’ termasuk ke dalam 継続動詞 (keizoku
doushi) karena merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan manusia. Dalam hal ini yaitu
memasukkan (menuangkan) teh; dari frasa お茶を淹れている (ocha o irete iru) yang
dilakukan oleh subjek (kare) ‘dia (laki-laki)’.
2) 瞬間動詞(shunkan doushi) atau verba pungtual
Data (19)
板張りの床に敷かれた感じのいいマット、雄一の
はいている
スリッパの質の良さー
必要最小限のよく使い込まれた台所用品がきちんと並んで
かかっている
Itabari/ no/ yuka/ ni/ shika reta/ kanji/ no/ ī/ matto/ Yūichi/ no/ haite iru/ surippa/
no/shitsu/ no/ yosa/ hitsuyō/ saishōgen/ no/ yoku/ tsukaikoma reta/
daidokoroyōhin/ga/ kichinto/ narande/ kakatte iru.
N/ prt/ n/ v/ n/ prt/ adj-i/ n/ n/ prt/ v-te iru/ n/ prt/ n/ prt/ n/ adj-na/ n/ prt/ adv/ v/ n/
prt/ adv/ v/ v-te iru.
‘Keset bagus yang digelar lantai kayu, kualitas sandal yang dikenakan Yūichi, dan
peralatan dapur yang digunakan dengan baik, tergantung di barisan yang rapi.’
(Kitchen: 16)
Data (19) merupakan kalimat yang mengandung perubahan morfologis ke bentuk
ている (te iru) dari verba はく (haku) menjadi はいている (haite iru) dan dari verba
かかる (kakaru) menjadi かかっている (kakatte iru). Verba はく (haku) yang artinya
‘memakai’ atau ‘mengenakan’ dalam data (19) termasuk ke dalam (shunkan
doushi) karena merupakan verba yang menunjukan keadaan hasil dari sebuah aktivitas.
Memakai atau mengenakan bisa dimaknai sebuah aktivitas maupun keadaan, namun di
dalam data (19) bukan menunjukan sebuah aktivitas karena tidak dijelaskan bagaimana
proses mengenakan tersebut dilakukan. Sedangkan verba (kakaru) yang artinya
‘bergantung’ atau ‘tergantung’ dalam data (19) juga termasuk ke dalam 瞬間動詞
(shunkan doushi) karena merupakan verba yang menunjukan keadaan dari subjek yang
berupa benda yaitu よく使い込まれた台所用品 (yoku tsukaikomareta daidokoroyōhin)
‘peralatan dapur yang digunakan dengan baik’.
3) 特殊な動詞(tokushuna doushi) atau verba khusus
Data (54)
と、いくらでもあげられる面倒を思いついては絶望してごろごろ寝ていたら
、奇跡がボタもちのように訪ねてきたその午後を、私はよく
覚えている
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
115
To/ ikurademo/ agerareru/ mendō/ o/ omoitsuite/ wa/ zetsubō shite/ gorogoro/
neteitara/ kiseki/ ga/ bota mochi/ no yō ni/ tazunete kita/ sono/ gogo/ o/ watashi/ wa/
yoku/ oboete iru.
Conj/ adv/ v/ n/ prt/ v/ prt/ adj/ adv/ v/ adj/ exp/ v/ adj-pn/ adv/ prt/ pn/ prt/ adv/ v-te
iru.
‘Aku ingat betul sore itu keajaiban datang seperti kunjungan bota mochi ketika aku
tidur dalam keputusasaan memikirkan kesusahanku.’
(Kitchen: 11)
Data (54) merupakan kalimat yang mengandung perubahan morfologis ke bentuk
いる (te iru)dari verba 覚える (oboeru) menjadi 覚えている (obote iru). Verba
覚える (oboeru) yang artinya ‘megingat’ dalam data (54) termasuk ke dalam
特殊な動詞 (tokushuna doushi) karena merupakan verba yang menunjukan sebuah
keadaan yang tidak dilihat dari aktivitas yang menghasilkan keadaan tersebut.
Keadaan tersebut hanya dianggap sebuah keadaan.
2. Hubungan Verba Perubahan ている (Te Iru) dengan Makna Aspektualitasnya
Menurut Teori Yasuhiko dan Tsutomu
Menurut Teori Yasuhiko dan Tsutomu, secara garis besar terdapat tiga kategori hubangan
verba perubahan ている (te iru) dengan makna aspektualitasnya, yaitu 動詞の意味
(doushi no imi) atau makna verba, 文脈的要因 (bunmyakuteki youin) atau factor
kontekstual, dan 特殊な動詞 (tokushuna doushi) atau verba khusus (1989, pp. 4042).
1) 動詞の意味 (doushi no imi) atau makna verba
a. 継続動詞(keizoku doushi)
Data (1)
私は、彼がお茶を
淹れている
うしろへまわり込んで台所をよく見た。
Watashi/ wa/ kare/ ga/ ocha/ o/ irete iru/ ushiro/ e/ mawari/ konde/ daidokoro/ o/
yoku/mita.
Pn/ prt/ pn/ prt/ n/ prt/ v-te iru/ n/ prt/ n/ v/ n/ pr/ adv/ v.
‘Aku memperhatikan dapur dengan saksama dan berjalan ke belakang dia yang
sedang menuang teh’
(Kitchen: 16)
Pada data (1) terdapat verba perubahan ている (te iru) 継続動詞 (keizoku doushi)
atau verba aktivitas, yaitu 淹れている (irete iru). Data (1) menunjukan makna verba
継続動詞 (keizoku doushi) atau verba aktivitas yang telah mengalami perubahan ke
bentuk ている (te iru), sehingga makna dari 淹れている (irete iru) dalam data (1)
menjadi ‘sedang menuang’karena mempunyai objek お茶 (ocha) ‘teh’.
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
116
b. 瞬間動詞(shunkan doushi)
Data (19)
板張りの床に敷かれた感じのいいマット、雄一の
はいてい
スリッパの質の良
さー必要最小限のよく使い込まれた台所用品がきちんと並んで
かかっている
Itabari/ no/ yuka/ ni/ shika reta/ kanji/ no/ ī/ matto/ Yūichi/ no/ haite iru/ surippa/
no/ shitsu/ no/ yosa/ hitsuyō/ saishōgen/ no/ yoku/ tsukaikoma reta/
daidokoroyōhin/ ga/ kichinto/ narande/ kakatte iru.
N/ prt/ n/ v/ n/ prt/ adj-i/ n/ n/ prt/ v-te iru/ n/ prt/ n/ prt/ n/ adj-na/ n/ prt/ adv/ v/
n/ prt/ adv/ v/ v-te iru.
‘Keset bagus yang digelar lantai kayu, kualitas sandal yang dikenakan Yūichi,
dan peralatan dapur yang digunakan dengan baik, tergantung di barisan yang
rapi’
(Kitchen: 16)
Data (19) terdapat verba perubahan ている (te iru) 瞬間動詞 (shunkan doushi) atau
verba pungtual dari verba はく (haku) menjadi はいている (haite iru) dan dari verba
かかる (kakaru) menjadi かかっている (kakatte iru). Verba はく (haku) yang artinya
‘memakai’ atau ‘mengenakan’, sedangkan verba かかる (kakaru) artinya ‘bergantung’
atau ‘tergantung’.
2) 文脈的要因 (bunmyakuteki youin) atau faktor kontekstual
a. Repetitif
Data (12)
私は例によって、昼間ビデオにとった料理番組をメモしながら
観ている
最中だった。
Watashi/ wa/ reiniyotte/ hiruma/ bideo/ ni/ totta/ ryōri/ bangumi/ o/ memo/
shinagara/ mite iru/ saichūdatta.
Pn/ prt/ exp/ n/ n/ prt/ v/ n/ n/ prt/ n/ exp/ v-te iru/ n/ cop.
‘Seperti biasa, ketika sedang menonton program masak di siang hari, aku
mencatat hal-hal penting dari video itu.’
(Kitchen: 109)
Pada data (12) terdapat verba perubahan ている (te iru) 継続動詞 (keizoku doushi)
atau verba aktivitas, yaitu 観ている (mite iru). Data (12) menunjukan makna verba
継続動詞 (keizoku doushi) atau verba aktivitas yang telah mengalami perubahan ke
bentuk (te iru) dengan konteks keberulangan karena terdapat keterangan
例によって (reini yotte) ‘seperti biasa’. Oleh karena itu, makna dari 観ている (mite iru)
dalam data (12) menjadi ‘sedang menonton’ dalam konteks kegiatan yang terus berulang
setiap kalinya.
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
117
b. Kebiasaan
Data (34)
同じように夜は、同じこの部屋に訪れて、窓辺の植物のシルエットは夜
の街を
見降ろしている
Onajiyō/ ni yoru/ wa/ onaji/ kono/ heya/ ni/ o/ tozurete/ madobe/ no/ shokubutsu/
no/ shiruetto/ wa/ yoru/ no/ machi/ o/ mioroshite iru.
Adj-na/ prt/ n/ prt/ adv/ adj-pn/ n/ prt/ v/ n/ prt/ n/ prt/ n/ prt/n/ prt/ n/ prt/ v-te
iru.
‘Seperti malam-malam yang sama, aku datang ke ruangan yang sama ini, dan
siluet tanaman di dekat jendela menghadap malamnya kota.’
(Kitchen: 76)
Pada data (34) terdapat verba perubahan ている (te iru) 瞬間動詞 (shunkan doushi)
atau verba pungtual, yaitu 見降ろしている (mioroshite iru). Data (34) menunjukan
makna verba 瞬間動詞 (shunkan doushi) atau verba pungtual yang telah mengalami
perubahan ke bentuk ている(te iru) dengan konteks kebiasaan karena terdapat
keterangan 同じように夜 (onajiyōni yoru) ‘seperti malam malam yang sama’. Oleh
karena itu, makna dari 見降ろしている (mioroshite iru) dalam data (34) menjadi ‘dalam
keadaan sedang menghadap’ dalam konteks kebiasaan karena setiap malam selalu sama.
c. Representasi Retrospektif dengan verba 継続動詞 (keizoku doushi)
Data (7)
先生は教室だけでなく、 TV
や雑誌の目立った仕事をたくさん
待っている
有名な女性なので、私がテ
ストを受け、通った時の応募人数はものすごかったそうなの。
Sensei/ wa/ kyōshitsu/ dakedenaku/ TV/ ya/ zasshi/ no/ medatta shigoto/ o/
takusan/ matte iru/ yūmeina/ josei/nanode/ watashi/ ga/ tesuto/ o/ uke tōtta/ toki/
no/ ōbo/ ninzū/ wa/ monosugokatta/ sōna/ no.
Pn/ prt/ n/ exp/ n/ prt/ n/ prt/ adv/ v-te iru/ adj-na/ n/ exp/ pn/ prt/ n/ prt/ v/ n/ prt/
n/ n/ prt/ adj-i/ exp/ prt.
‘Jumlah peserta ketika aku mengikuti dan lulus ujian sangat luar biasa, karena
Sensei adalah seorang wanita terkenal yang sedang banyak menunggu bukan
hanya pekerjaan di ruang kelas, namun pekerjaan luar biasa TV dan majalah
juga.’
(Kitchen: 81)
Pada data (7) terdapat verba perubahan ている (te iru) 継続動詞 (keizoku doushi)
atau verba aktivitas, yaitu 待っている (matte iru). Data (7) menunjukan makna verba
継続動詞(keizoku doushi) atau verba aktivitas yang telah mengalami perubahan ke
bentuk ている (te iru) dengan konteks aktivitas telah dilakukan di masa lalu dan dilihat
kembali dari prespektif masa kini. Oleh karena itu, makna dari 待っている (matte iru)
dalam data (34) menjadi ‘sedang menunggu’ dalam konteks aktivitas yang dilakukan di
masa lalu namun sedang dilihat dari prespektif masa kini.
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
118
d. Representasi Retrospektif dengan verba 瞬間動詞 (shunkan doushi)
Data (22)
ある日まだ
残っている
荷物整理のために私はもとの部屋へ帰った。
Aruhi/ mada/ nokotte iru/ nimotsu/ seiri/ no/ tame ni/ watashi/ wa/ moto/ no/
heya/ e/ kaetta.
N/ adv/ v-te iru/ n/ n/ prt/ conj/ pn/ prt/ n/ prt/ n/ v.
‘Suatu hari aku kembali ke kamar lamaku untuk membereskan barang-barang
yang masih tertinggal.’
(Kitchen: 32)
Pada data (22) terdapat verba perubahan ている (te iru) 瞬間動詞 (shunkan doushi) atau
verba pungtual, yaitu 残っている (nokotte iru). Data (22) menunjukan makna verba 瞬間動詞
(shunkan doushi) atau verba pungtual yang telah mengalami perubahan ke bentuk (te
iru) dengan konteks keadaan yang telah terjadi di masa lalu dan dilihat kembali dari prespektif
masa kini. Oleh karena itu, makna dari (nokotte iru) dalam data (22) menjadi
‘dalam keadaan sedang tertinggal’ dalam konteks melihat kembali kejadian tersebut dari
prespektif masa kini.
3) 特殊な動詞 (tokushuna doushi) atau verba khusus.
a. Keadaan Alami
Data (58)
私は美しいわ。私は
輝いている
Watashi/ wa/ utsukushii/ wa/ watashi/ wa/ kagayaite iru.
Pn/ prt/ adj-i/ prt/ pn/ prt / v-te iru.
‘Aku indah. Aku bersinar.’
(Kitchen: 75)
Pada data (58) terdapat verba perubahan ている (te iru) 特殊な動詞 (tokushuna
doushi) atau verba khusus yang berasal dari frasa 私は輝いている (watashi wa
kagayaite iru). 輝いている (kagayaite iru) dalam data (58) menunjukan makna suatu
keadaan dari subjek (watashi) ‘aku’ yang maknanya dekat dengan adjektiva. Oleh
karena itu, makna dari 輝いている (kagayaite iru) dalam data (58) adalah ‘keadaan
bersinar yang terdapat pada subjek (watashi) ‘aku’.
b. Keadaan Tertentu
Data (54)
と、いくらでもあげられる面倒を思いついては絶望してごろごろ寝てい
たら、奇跡がボタもちのように訪ねてきたその午後を、私はよく
覚えている
To/ ikurademo/ agerareru/ mendō/ o/ omoitsuite/ wa/ zetsubō shite/ gorogoro/
neteitara/ kiseki/ ga/ bota mochi/ no ni/ tazunete kita/ sono/ gogo/ o/ watashi/
wa/ yoku/ oboete iru.
Conj/ adv/ v/ n/ prt/ v/ prt/ adj/ adv/ v/ adj/ exp/ v/ adj-pn/ adv/ prt/ pn/ prt/ adv/
v-te iru.
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
119
‘Aku ingat betul sore itu keajaiban datang seperti kunjungan bota mochi Ketika
aku tidur dalam keputusasaan memikirkan kesusahanku’
(Kitchen: 11)
Pada data (54) terdapat verba perubahan ている (te iru) 特殊な動詞 (tokushuna
doushi) atau verba khusus 覚えている (obote iru). 覚えている(obote iru) dalam data
(54) menunjukan makna suatu keadaan. Keadaan ini tidak berfokus pada hasil yang
timbul dari sebuah aktivitas atau kejadian seperti pada 瞬間動詞 (shunkan doushi) atau
verba pungtual. Oleh karena itu, makna dari 覚えている (obote iru) dalam data (54)
adalah ‘keadaan mengingat’.
SIMPULAN
Dari data kalimat yang mengandung verba perubahan (te iru) yang telah
dikumpulkan dan direduksi serta dianalisis dari sumber data novel キッチン (Kitchen) karya
Banana Yoshimoto, ditemukan sebanyak enam puluh sembilan (67) data yang mengandung
verba perubahan ている(te iru) dan mengandung makna aspektualitas menurut teori Yasuhiko
dan Tsutomu. Adapun simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Jenis verba perubahan ている (te iru) pada novel キッチン (Kitchen) karya Banana
Yoshimoto menurut teori Yasuhiko dan Tsutomu adalah 継続動詞 (keizoku doushi) atau
verba aktivitas, 瞬間動詞 (shunkan doushi) atau verba pungtual, dan 特殊な動詞
(tokushuna doushi) atau verba khusus.
a. Terdapat delapan belas (18) verba perubahan ている (te iru) dengan verba jenis
継続動詞 (keizoku doushi) atau verba aktivitas yang terdapat pada novel キッチン
(Kitchen) karya Banana Yoshimoto. Lima belas (15) data berkategori 動詞の意味
(doushi no imi) atau makna verba, dan tiga (3) data berkategori 文脈的要因
(bunmyakuteki youin) atau faktor kontekstual.
b. Terdapat tiga puluh empat (34) verba perubahan ている (te iru) dengan verba jenis
瞬間動詞 (shunkan doushi) atau verba pungtual yang terdapat pada novel
チン (Kitchen) karya Banana Yoshimoto. Tiga puluh dua (32) data berkategori
意味 (doushi no imi) atau makna verba, dan dua (2) data berkategori
(bunmyakuteki youin) atau faktor kontekstual.
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
120
c. Terdapat lima belas (15) verba perubahan ている (te iru) dengan verba jenis
特殊な動詞(tokushuna doushi) atau verba khusus yang terdapat pada novel
キッチン (Kitchen) karya Banana Yoshimoto.
2. Hubungan verba perubahan ている (te iru) menurut teori Yasuhiko dan Tsutomu dengan
makna aspektualitasnya adalah sebagai berikut:
a. Verba perubahan ている (te iru) yang berasal dari verba jenis 継続動詞 (keizoku
doushi) atau verba aktivitas memberikan makna „sedang melakukan‟ aktivitas.
b. Verba perubahan ている (te iru) yang berasal dari verba jenis 瞬間動詞 (shunkan
doushi) atau verba pungtual memberikan makna „sedang dalam keadaan‟ dari hasil
aktivitas.
c. Verba perubahan ている (te iru) yang berasal dari verba jenis 特殊な動詞
(tokushuna doushi) atau verba khusus memberikan makna keadaan „yang bersifat
alami atau status‟.
d. Verba perubahan ている (te iru) yang berasal dari verba jenis 継続動詞 (keizoku
doushi) atau verba aktivitas dan 間動 (shunkan doushi) atau verba pungtual
maknanya dapat dipengaruhi oleh faktor kontekstual.
Nurlela, M. Fahmi Reza, Fajar Yulianti
Bentuk Aspektualitas ている (Te Iru) Pada Novel キッチン (Kitchen) Karya
Banana Yoshimoto
121
REFERENSI
Apriani, Indah, & Manurung, Rudi Hartono. (2011). Dalam Novel Jiorama Karya Natsuo
Kirino. Lingua Cultura, 5(2), 166–179.
Aryani, Made Ratna Dian. (2017). Verba Berobjek Ganda Bahasa Jepang.
Comrie, Bernard. (1976). Aspect. New York: Press Syndicate of the University of Cambridge.
Doltan, Dornyei. (2011). Research Methods in Applied Linguistics. New York: Oxford
University Press.
Mahsun. (2012). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya.
Jakarta: Rajawali Pers.
Mindari, Ajeng Retno. (2017). Perbandingan Dalam Verba Bantu Te Iru Dan Verba
Majemuk – Tsuzukeru Dan Verba Majemuk – Tsuzukeru. Universitas Diponegoro.
Nurfitri, Nurfitri, Risagarniwa, Yuyu Yohana, & Kadir, Puspa Mirani. (2014). Modalitas
Epistemik Pengungkap Perkiraan (Shi) Souda dan Padanannya dalam Bahasa Indonesia:
Kajian Sintaksis dan Semantik. Aksara, 26(1), 57–66.
Prakoso, Novan Gugeh. (2018). Pembentukan Dan Makna Kontekstual Near-Homophonic
Dajare Pada Akun Instagram Punsuke. ya. Jurnal Hikari, 6(2).
Ramadhanti, Dina. (2018). Buku Ajar Apresiasi Prosa Indonesia. Deepublish.
Ratna, Maharani Patria. (2017). Kesinoniman Verba Oriru Dalam Bahasa Jepang (Kajian
Semantik). Izumi, 2(2), 91918.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta:Sanata Dharma
University Press.
Surbakti, Felicia Eneguita, Ramadani, Riska, & Heriani, Ulfiza. (2018). Analisis Unsur
Intrinsik Cerpen “Hening Di Ujung Senja” Karya Wilson Nadeak. Asas: Jurnal Sastra,
10(2).
Sutedi, Dedi. (2014). Dasar-dasar Linguistuk Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.
Wiyatasari, A. Rahmawati; E. Rini; (2016). Perbedaan Hojodoushi ~ている Dan ~てある
Dalam Kalimat Bahasa Jepang. Japanese Literature, 2(2), 1–11.
Yasuhiko, Kato dan Fukuchi Tsutomu. (1989). テンス・アスペクト・ムード. Japan.