POLISEMI VERBA ATERU DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG (KAJIAN SEMANTIK)
Keywords:
polisemi, makna, verba, ateru, semantikAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna dasar dan makna perluasan kemudian mengetahui hubungan antar makna verba Ateru dalam kalimat bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif menggunakan teori Sugiyono, pengumpulan data menggunakan teknik simak-catat. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis kualitatif, data dianalisis menggunakan kamus Shinmeikai Kokugo Jiten. Data penelitian berupa kalimat dengan verba Ateru, sumber data diperoleh dari website nlb.ninjal.ac.jp . Adapun hasil dari analisis makna verba Ateru yang ditemukan adalah verba Ateru memiliki makna dasar dan makna perluasan. Makna dasar verba Ateru adalah melemparkan yang menyatakan menggerakkan suatu benda sehingga bersentuhan dengan bagian benda lain terdapat 2 data. Sedangkan untuk makna perluasan verba ateru dalam kalimat bahasa Jepang yang telah dianalisis terdapat sebelas makna, yaitu menyentuh; menebak terdapat 2 data. Menghamparkan; memasang terdapat 2 data. Sajikan dengan pas benar terdapat 2 data. 4. Mengelantang terdapat 2 data. 5. Menunjuk; menyebutkan nama terdapat 2 data. 6. Menerapkan terdapat 2 data. Hubungan antar makna verba Ateru terdapat 12 data yang ditemukan dan dapat dideskripsikan menggunakan majas metafora, majas metonimi dan majas sinekdok. Penggunaan majas tersebut adalah bagian dari linguistik kognitif. Berdasarkan penerapan gaya bahasa dari penelitian ini, penulis dapat mendeskripsikan perluasan makna, yakni majas metafora sebanyak 8 data, majas metonimi sebanyak 4 data dan majas sinekdoke sebanyak 0 data.