Representasi Maskulinitas dalam Anime Gekkan Shoujo Nozaki-Kun Karya Izumi Tsubaki (Kajian Wacana)
Keywords:
danseigo, bunmatsu hyoogen, ninshou daimeishi, kandoushi, representasiAbstract
Penelitian ini membahas tentang ragam bahasa pria (danseigo). Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah ekspresi bunmatsu hyoogen dan aspek leksikal yang menandai maskulinitas dalam penggunaan danseigo dan representasi maskulinitas yang digambarkan oleh Yuzuki Seo dan Kashima Yuu dalam anime Gekkan Shoujo Nozaki-kun. Sumber data dari penelitian ini adalah tuturan-tuturan yang mengandung ekspresi bunmatsu hyoogen dan aspek leksikal danseigo sebagai penanda maskulinitas yang digunakan oleh Yuzuki Seo dan Kashima Yuu dalam anime Gekkan Shoujo Nozaki-kun. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui metode simak dan teknik catat. Hasil dalam penelitian ini adalah ditemukan sebanyak 47 data yang digunakan oleh Yuzuki Seo dan Kashima Yuu sebagai penanda maskulinitas dan representasi maskulinitas yang digambarkan oleh keduanya. Data yang ditemukan kemudian diklasifikasi berdasarkan jenis dan fungsi serta representasi yang digambarkannya. Adapun rincian sebagai berikut: dari 47 data yang digunakan sebagai penanda maskulinitas, ditemukan sebanyak 33 data yang mengandung shuujoshi (na/naa, ze, zo dan sa), 12 data yang mengandung ninshou daimeishi (boku, omae, aitsu, dan yatsu), dan 2 data mengandung kandoushi (you dan naa). Representasi maskulinitas yang tergambar dari penggunaan danseigo oleh kedua tokoh wanita, yaitu 1) merepresentasikan sifat cuek atau tidak peduli (14 data), 2) merepresentasikan sifat agresif dan kompetitif (5 data), 3) merepresentasikan sifat tegas (14 data), dan 4) merepresentasikan sifat dominan (13 data).