PIRANTI KOHESI DALAM KEUTUHAN WACANA PADA CERITAPENDEK MICHIKO NO HOSHIZORA
Keywords:
Kohesi, Gramatikal, Leksikal, CerpenAbstract
Penelitian ini menganalisis kekohesifan wacana dalam cerpen berbahasa Jepangberjudul Michiko No Hoshizora berdasarkan kerangka teori kohesi Halliday danHasan (dalam Sumarlam, 2003) yang diperkuat oleh teori Koizumi (dalam Safina,2020). Dengan mengambil data sebanyak 44 piranti kohesi yang teridentifikasidalam cerpen Michiko No Hoshizora, studi ini bertujuan untuk mengidentifikasidan mendeskripsikan jenis-jenis kohesi yang ada serta bagaimana piranti-pirantikohesi berkontribusi pada kepaduan teks secara keseluruhan.Hasil analisis secara komprehensif menunjukkan bahwa cerpen Michiko NoHoshizora memiliki tingkat kekohesifan wacana yang sangat baik sesuai denganteori Halliday dan Hasan (dalam Sumarlam, 2003). Hal ini tercermin daripenggunaan efektif baik kohesi gramatikal maupun kohesi leksikal dalammenghubungkan berbagai bagian teks. Pada aspek kohesi gramatikal, dominasipiranti referensi (12 data) sangat krusial dalam menjaga kesinambungan tokoh danalur cerita, memungkinkan narasi mengalir lancar tanpa repetisi subjek yangberlebihan. Sementara itu, konjungsi (10 data) berperan penting dalam membentukhubungan logis dan kronologis antar kalimat dan klausa, memastikan pembacadapat mengikuti perkembangan peristiwa dengan jelas. Ditambah dengan elipsis (3data) dan substitusi (1 data), kohesi gramatikal memberikan struktur tata bahasayang kokoh.Pada aspek kohesi leksikal, kolokasi (9 data) dan repetisi (5 data) merupakan pirantiyang paling menonjol. Kolokasi berhasil menciptakan gambaran latar dan suasanayang realistis dan kaya, sedangkan repetisi berfungsi untuk memberikan penekanandan memperkuat gagasan kunci dalam dialog maupun narasi. Dukungan dariantonim (2 data), sinonim (1 data), dan hiponim (1 data) turut memperkaya variasikosakata dan hubungan makna antar kata.






