PEMBENTUKAN DAN PROSES MORFOFONEMIK FUKUGOUGO BERUNSUR KANJI HATSU HOTSU KAJIAN MORFOFONEMIK

Authors

  • Febrianti Institut Prima Bangsa Cirebon
  • Dewi Institut Prima Bangsa Cirebon
  • Fauzah Institut Prima Bangsa Cirebon

Keywords:

fukugougo, fonologi generatif, Kanji, morfofonemik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi susunan pembentuk serta proses morfofonemik yang terjadi pada kata majemuk bahasa Jepang yang salah satu unsurnya mengandung kanji  (hatsu, hotsu). Kajian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa kanji  memiliki produktivitas yang tinggi dalam pembentukan kata majemuk bahasa Jepang, khususnya pada kosakata Sino-Japanese, serta sering mengalami perubahan fonologis akibat proses morfofonemik. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada analisis struktur pembentuk kata majemuk dan proses fonologis yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat dengan sumber data berupa kamus digital Takoboto. Dari hasil pengumpulan data, ditemukan sebanyak 70 kata majemuk yang mengandung kanji. Selanjutnya, data tersebut direduksi menjadi 35 data dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan data berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Analisis data dilakukan dengan metode agih dan teknik bagi unsur langsung untuk mengidentifikasi struktur pembentuk kata majemuk serta proses morfofonemik yang terjadi. Kerangka teori yang digunakan adalah teori morfofonemik Koizumi dengan pendekatan fonologi generatif berdasarkan fitur distingtif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima variasi susunan pembentuk kata majemuk yang melibatkan kanji , yaitu: (1) Nomina + Nomina, (2) Adjektiva + Nomina, (3) Nomina + Adjektiva, (4) Verba + Nomina, dan (5) Nomina + Verba. Selain itu, ditemukan empat jenis proses morfofonemik, yakni sakujo (penghilangan bunyi), fuka (penambahan bunyi), chikan (pergantian bunyi), dan zero setsuji (imbuhan kosong). Proses-proses tersebut memengaruhi perubahan struktur fonem dalam pembentukan kata majemuk. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola Nomina + Nomina merupakan susunan pembentuk kata majemuk yang paling dominan. Selain itu, satu kata majemuk dapat mengalami lebih dari satu proses morfofonemik secara bersamaan. Temuan ini memperlihatkan kompleksitas proses fonologis dalam pembentukan kata majemuk bahasa Jepang serta memberikan kontribusi terhadap kajian morfologi dan fonologi bahasa Jepang.

Downloads

Published

2025-06-30

Similar Articles

1-10 of 15

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>