KEIGO DALAM KONTEKS BISNIS PADA DRAMA JEPANG SHITSUREN CHOCOLATIER(KAJIAN PRAGMATIK)

Authors

  • Muhammad Ragil Institut Prima Bangsa
  • Citra Dewi Institut Prima Bangsa
  • Nunik Nur Rahmi Fauzah Institut Prima Bangsa

Keywords:

drama jepang, face, keigo, kesopanan, politeness, strategi kesopanan, politeness strategy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan keigo dalam konteks bisnis dan interaksi sosial formal yang terdapat pada drama Jepang Shitsuren Chocolatier, khususnya pada episode 1 dan 2. Keigo merupakan bentuk kesopanan dalam bahasa Jepang yang mencerminkan struktur sosial, relasi hierarkis, serta nilai budaya masyarakat Jepang. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan merujuk pada teori kesopanan Brown dan Levinson (1987), serta metode deskriptif kualitatif menurut Sugiyono (dalam Pramana, 2022).  keigo, strategi kesopanan, dan jenis wajah face yang dikelola dalam interaksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 17 data keigo yang digunakan, dengan rincian: 10 bentuk teineigo (bahasa sopan), 5 bentuk sonkeigo (bahasa hormat), dan 5 bentuk kenjougo (bahasa merendahkan diri). Dalam hal strategi kesopanan, ditemukan 10 data strategi negative politeness, 7 data positive politeness, dan 1 data bald on record. Selain itu, terdapat 10 data yang berkaitan dengan negative face dan 9 data yang mendukung positive face. Temuan ini menunjukkan bahwa keigo digunakan bukan hanya sebagai sarana linguistik untuk menunjukkan kesopanan, tetapi juga sebagai strategi pragmatik yang kompleks untuk menjaga hubungan sosial, menghindari konflik, dan menghormati hierarki serta jarak sosial antar penutur. Dalam konteks bisnis dan formal, keigo berperan penting dalam menegaskan peran sosial serta menciptakan komunikasi yang harmonis sesuai norma budaya Jepang.

Downloads

Published

2026-08-21

Similar Articles

31-40 of 78

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>